Beranda All News Kasus Polisi Tembak Polisi, KAMMI Minta Publik Lebih Bijak

Kasus Polisi Tembak Polisi, KAMMI Minta Publik Lebih Bijak

0
Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Rifa'i. F- istimewa/zaky

Jakarta, suaraserumpun.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) angkat bicara, terkait perkembangan penanganan kasus polisi tembak polisi dengan tewasnya Brigadir J. KAMMI meminta publik agar lebih bijak dan mempercayai kerja Timsus dan Komnas HAM.

Kini, banyak narasi pemberitaan daur ulang terkait kasus polisi tembak polisi, dengan korban jiwa Brigadir Yoshua Hutabarat (Brigadir J) yang menjurus kepada berita bohong, disikapi oleh banyak pihak. Karena berita tersebut bisa jadi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Justru itu, KAMMI meminta masyarakat lebih bijak dalam menanggapi kasus ini, dan tidak ikut menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya.

Baca Juga :  Plt Bupati Bintan Menawarkan Desa Pengudang ke LPPM Unair Jatim

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP KAMMI, Zaky Ahmad Rifa’i. Zaky Ahmad menegaskan, spekulasi masyarakat yang berkembang memang tidak bisa dihindari, jika kasus tewasnya Brigadir Yoshua tidak segera terselesaikan.

Menurut Zaky Ahmad hal ini karena pada kasus tewasnya Brigadir J sudah jelas menyangkut soal kemanusiaan dan juga kredibilitas institusi Polri.

“Saya yakin kasus ini akan terungkap secara transparan, sebab oknum-oknum yang kemungkinan ada kaitannya dengan kasus ini sudah dinonaktifkan, CCTv juga sudah ditemukan, dan dugaan telah naik ke pembunuhan berencana,” ujar Zaky kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/7/2022).

Baca Juga :  Ansar Ahmad: Selamat Bergabung Danlantamal IV Dwika Tjahja Setiawan

Ia berharap, agar Polri segera dapat menetapkan tersangka agar spekulasi di luar tidak makin berkembang kemana–mana.

Ketua Umum PP KAMMI ini juga meminta kepada masyarakat, agar tidak turut memperkeruh suasana dengan menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kita percayakan sepenuhnya kepada tim khusus yang dibentuk pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan juga Komnas HAM yang juga turun tangan secara mandiri.yang diinstruksikan khusus untuk mengungkap kasus ini,” tegas Zaky Ahmad.

Polri sebelumnya juga menyarankan agar publik tidak berspekulasi soal kasus tewasnya Brigadir J. Hal itu justru akan membuat kasus ini semakin keruh. Publik sebaiknya menunggu penjelasan dari para ahli yang menangani kasus ini. (yen)

Baca Juga :  Plt Bupati Bintan Menargetkan 2.600 RTLH, Warga Diminta Mengawasi Penyaluran Bantuan

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here