Beranda All News 138.661 Hektare Perairan Kabupaten Bintan Jadi Kawasan Konservasi

138.661 Hektare Perairan Kabupaten Bintan Jadi Kawasan Konservasi

0
Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan melepas tukik ke laut Cina Selatan dari pantai trikora Kabupaten Bintan wilayah kawasan konservasi Gunung Kijang, belum lama ini. F- yen/suaraserumpun.com

Bintan, suaraserumpun.com – Pemerintah pusat menetapkan 138.661, 42 hektare perairan Kabupaten Bintan ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Wilayah tersebut berada di tiga wilayah.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut gembira atas diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2022 tentang Kawasan Konservasi Perairan di Wilayah Timur Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Keputusan tersebut telah ditandatangani dan dicatat dalam Lembaran Negara pada tanggal 5 April 2022.

Luas total kawasan konservasi perairan di wilayah Pulau Bintan ini 138.661,42 hektare yang terbagi dalam tiga wilayah. Masing-masing di Teluk Sebong seluas 4.500 hektare, di Gunung Kijang 23.300 hektare, dan di Bintan Pesisir 110.700 hektare.

Kawasan konservasi ini berbatasan langsung dengan Singapura, kawasan pariwisata yang berkembang pesat dan berada pada jalur perlintasan perniagaan laut yang ramai. Serta menghadap ke Laut Cina Selatan yang memiliki potensi perikanan dan keanekaragaman hayati laut yang tinggi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Gustaaf Manoppo melalui siaran pers yang terbit pada 25 April 2022 mengatakan, penetapan kawasan konservasi di perairan wilayah timur Pulau Bintan ini bertujuan untuk melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan keanekaragaman hayati laut. Meliputi ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan habitat asuhan ikan.

Baca Juga :  Hasil Sepak Bola Olimpiade 2020 Tokyo: Brasil dan Jepang Menang, Argentina dan Perancis Terseok

Penetapan kawasan konservasi wilayah timur Pulau Bintan untuk mendukung hasil tangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711, yang termasuk dalam zona penangkapan ikan untuk industri. Dibatasi jumlah penangkapannya dengan berbasis pada kuota penangkapan. Prinsip dari kawasan konservasi adalah spill over effect atau dampak limpahan.

“Pada kawasan yang dilindungi, stok ikan akan tumbuh dengan baik. Dan limpahan dari pertumbuhan ini akan mengalir ke wilayah di luar kawasan. Kemudian dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengurangi sumber pertumbuhan di daerah yang dilindungi,” ujar Victor di Jakarta.

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menyampaikan, penetapan kawasan konservasi pperairan ini penting sebagai bagian dari upaya mencapai visi terwujudnya Kepulauan Riau yang makmur, berdaya saing dan berbudaya.

“Keberadaan kawasan konservasi perairan ini diharapkan dapat melestarikan sumber daya perairan dan perikanan yang ada. Yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Hal ini penting untuk mendukung pencapaian misi Provinsi untuk percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim, berwawasan lingkungan, dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat,” ucap Gubernur Kepri.

Baca Juga :  Keinginan Guardiola Tak Terkabul, Liverpool dan Manc City Jaga Asa Juara Liga Inggris

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau H TS Arif Fadillah mengharapkan, pihak-pihak yang akan berperan serta dalam pengawasan konservasi Bintan memiliki pengetahuan tentang potensi serta ancaman terhadap kawasan konservasi Bintan. Baik di dalam maupun di luar kawasan. Serta tujuan dan strategi yang akan diterapkan oleh pengelola kawasan konservasi Bintan nantinya.

Sejumlah mitra yang terlibat dalam proses pembentukan dan dukungan dalam rencana pengelolaan kawasan konservasi ini, antara lain Yayasan Ecology Kepulauan Riau dan Konservasi Indonesia. Yang berkontribusi dalam mengkoordinasikan penyusunan rencana zonasi, survei potensi sumber daya, dan kegiatan lainnya.

Yayasan Ecology Kepulauan Riau berdiri sejak 2019 memiliki pengalaman dalam mengelola berbagai program di Kepulauan Riau. Di antaranya konservasi laut, konservasi spesies, rehabilitasi lahan kritis, pengurangan limbah plastik dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Konservasi Indonesia, yayasan nasional yang bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Ini akan memberi pendampingan teknis dalam penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi ini. Serta mendukung penguatan pengelolaannya ke depan sesuai rencana pengelolaan yang akan ditetapkan melalui keputusan gubernur. Pendampingan dari Konservasi Indonesia dalam proses ini dimulai sejak Januari 2022.

Baca Juga :  Ini Tiga Alternatif Lokasi untuk Sirkuit Formula One di Lagoi, Pembangunan Diperkirakan 2 Tahun

Ketua Dewan Eksekutif Yayasan Ecology Tri Armanto menyampaikan harapannya agar dapat berperan bersama masyarakat dan pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan konservasi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Mewakili Konservasi Indonesia, Senior Ocean Program Lead Konservasi Indonesia, Victor Nikijuluw menyampaikan, kawasan konservasi di perairan di wilayah Timur Pulau Bintan ini memiliki nilai stategis tinggi. Karena posisi geografis dan potensi yang dapat dikembangkan ke depan.

Penetapan kawasan konservasi di perairan Bintan ini dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim melalui program konservasi ekosistem blue carbon. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata, pengelolaan produksi dan pascaproduksi perikanan yang berkelanjutan. Pengembangan ekonomi lokal lainnya, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengelolaan kawasan yang efektif. Serta melalui riset kelautan dan perikanan. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here