Beranda All News Lembaga Bantuan Luar Negeri Amerika Serikat Bantu Dana buat Pemprov Kepri

Lembaga Bantuan Luar Negeri Amerika Serikat Bantu Dana buat Pemprov Kepri

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin rapat program Compact-2 bersama Jason Jones dari MCC lembaga bantuan luar negeri Amerika Serikat, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (7/4/2022). F- Istimewa/Diskominfo Kepri

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Millenium Challenge Corporation (MCC) yang merupakan lembaga bantuan luar negeri Amerika Serikat (AS) ingin membantu dana hibah buat pembangunan di Provinsi Kepri. Terutama untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemprov Kepri guna mengembangkan wilayah Kota Tanjungpinang.

Millenium Challenge Corporation (MCC) melalui program Compact-2 telah memfokuskan Kepri sebagai salah satu dari lima provinsi di Indonesia. Selain Sulut, Sumsel, Riau dan Bali yang menjadi sasaran hibah investasi yang bersifat time bound ini.

MCC adalah lembaga bantuan luar negeri Amerika Serikat (AS) untuk membantu perjuangan melawan kemiskinan global. MCC menyalurkan hibah dari hasil pembayaran pajak masyarakat AS untuk memberi manfaat bagi negara-negara sedang berkembang yang didirikan oleh Kongres AS pada Januari 2004.

Sedangkan Program Compact adalah program kerja sama antara MCC dengan suatu negara untuk mendanai proyek-proyek spesifik selama 5 tahun yang ditargetkan untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  Begini Permintaan Gubernur Kepri dalam Musda dan Pelantikan Pengurus Pengajian Al-Hidayah Kepri

Pada Desember 2018, Dewan Direksi MCC memutuskan bahwa Indonesia terpilih untuk dapat menerima Hibah MCC untuk Program Compact kedua. Kementerian PPN/Bappenas telah ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia sebagai koordinator mitra MCC dalam tahap perencanaan Program Compact kedua ini.

Di Kepri sendiri, Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Tanjungpinang menjadi proyek strategis yang diajukan untuk dibiayai pembangunan infrastrukturnya melalui Program Compact-2 ini. Pelabuhan Kuala Riau selama ini dikenal sebagai masyarakat dengan nama Pelantar I dan Pelantar II.

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menyampaikan, pengembangan pelabuhan Kuala Riau yang merupakan integrasi Pelantar I dan II adalah bagian komprehensif dari Kota Tanjungpinang.

“Selama ini digunakan untuk kepentingan logistik masyarakat dan kondisinya sudah sangat padat dengan alur lalu lintas hanya satu jalur. Tujuan integrasi adalah untuk memudahkan alur logistik yang selama ini dwelling timenya memakan waktu rata-rata satu minggu,” papar Ansar Ahmad pada rapat dan presentasi program Compact-2 MCC di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga :  Ansar Melantik Pejabat Fungsional dan P3K, Ada Saatnya untuk Kepala OPD

Kemudian, menurut gubernur, adanya pelabuhan Sri Bintan Pura dan pelabuhan penyeberangan ke Pulau Penyengat yang berdekatan akan semakin terintegrasi jika pengembangan pelabuhan Kuala Riau ini terealisasi.

“Maka pelabuhan Kuala Riau ini kalau nanti MCC bersama kita mengembangkannya, maka akan menjadi pelabuhan terintegrasi yang bisa melengkapi semua kebutuhan-kebutuhan pelayaran,” ungkap gubernur.

Gubernur Kepri mengungkapkan komitmennya dalam program ini dengan kesiapan melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan. Dan siap memberikan keterangan terkait masukan dan pertanyaan dari pihak MCC.

“Agar tepat sasaran, tepat guna, dan bermanfaat. Kalau ini dibangun dengan komprehensif bisa menjadi workway masyarakat dan menambah performance Kota Tanjungpinang,” tutup Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Euro 2020/2021: Belgia ke Babak 16 Besar, Denmark Terancam Tumbang

Environmental and Social Associate Director MCC Jason Jones menyampaikan, saat ini, hibah Compact tersebar di 24 negara di seluruh dunia dan kebanyakan dari Afrika. Tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.

“Dana compact akan cair di awal 2024 dan akan ada tenggat 5 tahun yang sangat ketat. Sehingga harus berakhir di 2029. Namun sebelum cair, akan ada dana pra compact yg dapat digunakan untuk kepentingan seperti studi kelayakan,” ujar Jason Jones.

Rapat dihadiri juga oleh Transport Senior Director MCC Yohanes Abebe, Team Leader Konsultan IMC Robert Hardy, Direktur KSP Bilateral Direktorat Bappenas Kurniawan Ariady dan jajaran, serta para Kepala OPD dan Instansi Vertikal Provinsi Kepri. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here