Beranda All News HET Minyak Goreng Curah Rp14 Ribu, Ansar: Masyarakat Tak Perlu Panik

HET Minyak Goreng Curah Rp14 Ribu, Ansar: Masyarakat Tak Perlu Panik

0
Tim Satgas Pangan meninjau ketersediaan minyak goreng premiun di swalayan. F- dokumen/suaraserumpun.com

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah sebesar Rp14 ribu per liter. Gubernur Kepri H Ansar Ahmad mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik.

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad mengatakan, untuk mengatur harga minyak goreng curah, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terbaru melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI nomor 11/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Curah.

Dalam ketentuan ini, HET minyak goreng curah sebesar Rp14 ribu per liter. Peraturan ini sekaligus mencabut Peraturan Menteri Perdagangan nomor 6/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng sawit yang mengatur tentang HET minyak goreng baik curah maupun kemasan.

Dengan demikian berdasarkan Permendag yang terbaru ini hanya minyak goreng curah saja yang diatur berdasarkan HET, sementara untuk minyak goreng kemasan, baik kemasan sederhana maupun premium, berlaku sesuai harga keekonomian (harga pasar).

Baca Juga :  Enam Pasien Covid-19 di Bintan Masih Dirawat

“Peraturan ini tentunya berdampak terhadap fenomena pasar khususnya di Provinsi Kepri. Untuk minyak goreng kemasan saat ini sesuai harga pasarnya berkisar Rp23 ribu sampai Rp25 ribu per liter.

Sedangkan untuk minyak goreng curah selama ini memang sangat sedikit beredar di Provinsi Kepri, karena masyarakat lebih dominan membeli minyak goreng kemasan ketimbang minyak goreng curah sehingga permintaan akan minyak goreng curah selama ini memang sangat kecil.

“Seiring dengan perubahan kebijakan terbaru ini bisa saja permintaan minyak goreng curah akan meningkat,” kata Ansar Ahmad Gubernur Kepri usai acara silaturahmi sempena menyambut Bulan Suci Ramadan 1443 hijriah di Masjid At-Taqwa Kauman Muhammadiyah Ahmad, Tanjungpinang, Minggu (20/3/2022).

Sehubungan dengan penerapan kebijakan terbaru ini Gubernur Kepulauan Riau telah mengambil langkah-langkah strategis yang kemudian ditindaklanjuti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri dengan memastikan agar pasokan minyak goreng aman dan tersedia di Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Agenda Kongres Biasa Asprov PSSI Kepri, Ada Penggantian Jabatan Nurdin Basirun dan Alm Mansyur Razak

Hal ini sudah dilakukan dengan berkoordinasi dan membangun komitmen bersama pelaku usaha baik produsen, distribitor dan agen untuk tetap menjaga kelancaran pasokan minyak goreng di seluruh wilayah Provinsi Kepri.

Terkait minyak goreng curah, ini merupakan alternatif minyak goreng murah bagi masyarakat, Pemprov Kepri terus mengupayakan agar tersedia dalam jumlah yang cukup.

“Kita mendorong dan memfasilitasi pelaku usaha di kabupaten maupun kota untuk dapat memasok dan memperdagangkan minyak goreng curah. Kita juga sudah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk memberikan penugasan kepada produsen-produsen minyak goreng baik yang ada di dalam maupun di luar Kepri untuk memasok minyak goreng di wilayah Kepri,” ujar Ansar didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Persagangan (Disperindag) Kepri Aries Fhariandi.

Baca Juga :  Cen Sui Lan dan Dirjen Hubla Sepakat Pelabuhan di Dompak Segera Difungsikan

Adapun pengajuan tersebut sudah disampaikan baik dengan surat resmi maupun komunikasi dan koordinasi langsung melalui Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI mupun Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI.

“Kita juga mengarahkan pemerintah kabupaten dan kota agar secara intensif berkoordinasi dengan para pelaku usaha atau distributor di tingkat lokal untuk dapat memasok minyak goreng curah dan menjaga kelancaran distribusinya,” lanjutnya.

Untuk itu, gubernur menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam berbelanja khususnya minyak goreng, tidak perlu panik. Dengan cara memborong (panic buying) atau membeli dalam jumlah yang banyak karena hal ini bisa berdampak terhadap kekurangan dan kelangkaan stok di pasaran.

“Masyarakat jangan panik. Kita akan terus berupaya agar stok tetap terjaga dan HET khusus untuk minyak goreng curah dapat terbentuk dipasaran,” tutupnya. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here