Beranda All News Kepri Sudah Siap Menerapkan VTL-TCA untuk Perjalanan Indonesia-Singapura

Kepri Sudah Siap Menerapkan VTL-TCA untuk Perjalanan Indonesia-Singapura

0
Kawasan Bintan Resorts Lagoi-Bintan menggelar iven sport tourism dan telah siap menerapkan VTL-TCA untuk travel bubble Indonesia-Singapura. F- nurul atia/suaraserumpun.com

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan lagi, di Kepri sudah siap untuk menerapkan Vaccinated Travel Lane (VTL) maupun Travel Corridor Arrangement (TCA), untuk perjalanan wisata antara Indonesia dan Singapura. Khususnya di daerah wisata Lagoi (Bintan) dan Nongsa (Batam).

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, saat menghadiri kegiatan iven sport tourism di Lagoi Bay, Bintan Resorts, Lagoi-Bintan, baru-baru ini.

“Dua kawasan wisata di Kepri, Lagoi-Bintan dan Nongsa-Batam, itu sudah siap dari beberapa bulan lalu, untuk menerapkan VTL-TCA. Tinggal menunggu kebijakan pusat saja, untuk membuka perjalanan wisata Indonesia-Singapura,” kata Buralimar yang juga dibenarkan oleh GGM PT BRC Lagoi Abdul Wahab, menjawab suaraserumpun.com.

Kesiapan Provinsi Kepri untuk menerapkan VTL-TCA untuk border pariwisata Indonesia-Singapura juga ditegaskan oleh Asisten II Setdaprov Kepri Syamsul Bahrum, saat hadir mewakili Gubernur Ansar Ahmad dalam Video Conference Update perkembangan rencana penerapan VTL-TCA antara Indonesia-Singapura, yang diselenggarakan oleh Kemenko Perekonomian RI, Jumat (7/1/2022) petang.

Baca Juga :  Biram Dewa dan Hope FC Pemuncak Klasemen Sementara U21 Turnamen Pembinaan

VTL merupakan skema wisatawan dari negara-negara yang telah ditentukan, bisa masuk tanpa karantina. Dengan syarat sudah menjalani vaksinasi lengkap. Selain itu syarat lainnya adalah menunjukkan hasil tes PCR atau tes Antigen-Rapid Test (ART) dengan hasil negatif, yang telah dilakukan dalam waktu 2 hari sebelum keberangkatan ke Singapura, dan melakukan tes PCR saat tiba di Singapura.

Kemudian memiliki asuransi Covid-19 untuk pelancong yang datang untuk kunjungan jangka pendek (short term visitor) dengan nilai tanggungan 30 ribu dolar Singapuar. Lalu, pelaku perjalanan juga akan diminta untuk melakukan dua kali (2x) Rapid Tes Antigen (RTA) Covid-19 di pusat Rapid Tes pada hari ke-3 dan hari ke-7 kedatangan mereka. Serta diwajibkan melakukan tes Antigen Rapid secara mandiri dengan alat tes yang dibeli sendiri pada hari ke-2, 4, 5, dan 6 selama tinggal di Singapura dan wajib melaporkannya secara online.

Namun, saat ini pemerintah Singapura memutuskan untuk menutup sementara layanan VTL Hal ini dilakukan untuk mengekang infeksi varian Omicron yang sudah masuk ke negara itu. Kebijakan tersebut akan dievaluasi pada tanggal 20 Januari 2022 mendatang.

Syamsul Bahrum Asisten II Setdaprov Kepri mengadakan rakor secara virtual dengan Kemenko Perekonomian tentang penerapan VTL-TCA perjalanan Indonesia-Singapura, Jumat (7/1/2022) petang. F- Istimewa/Humas Pemprov Kepri

Syamsul Bahrum dalam kesempatan tersebut berharap VTL atau TCA dapat segera direalisasikan demi mendongkrak pemulihan ekonomi. Persiapan telah dilakukan selama lebih kurang setahun. Namun penerapannya selalu tertunda dikarenakan berbagai kendala.

Baca Juga :  Akhir Tahun, Pemkab dan Kejari Bintan Ajak Warga Berpartisipasi di Plogging Day

“Baik peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan maupun perbedaan aturan-aturan di kedua negara yang harus disepakati kedua belah pihak terlebih dahulu” kata Syamsul.

Kemudian, lanjut Syamsul, perkembangan terkini vaksinasi di Kepri yang baik yaitu masih menduduki peringkat pertama se-Indonesia di luar Jawa dan Bali, menjadikan persiapan lebih maksimal.

“Selain itu, kawasan Lagoi di Kabupaten Bintan, juga sudah sangat siap untuk VTL-TCA itu. Baik dari tingkat vaksinasi pekerja dan masyarakat, maupun kesiapan-kesiapan teknis di lapangan,” ungkapnya.

Sebelumnya Asisten Deputi Penguatan Daya Saing Kawasan Kemenko Perekonomian, Kartika Listriana menyampaikan, tujuan rapat koordinasi ini adalah sebagai sarana mendapatkan informasi update progres rencana kebijakan travel bubble. Sebagai bahan untuk rapat terbatas Kemenko Perekonomian yang akan datang.

Baca Juga :  Bupati Karimun Aunur Rafiq Menyodorkan Persoalan Hutan Lindung ke Gubernur Kepri

“Rencana travel bubble Indonesia-Singapura sudah sampai tahap mana, kira-kira apa saja yang perlu didorong percepatannya, juga kemungkinan kebijakan yang harus dikeluarkan pemerintah,” kata Kartika.

Duta Besar RI untuk SIngapura, Suryopratomo mengemukakan permasalahan utama dalam upaya penerapan VTL antara Indonesia dan Singapura adalah, rezim karantina dan rezim visa. Pelaku perjalanan dari negara-negara yang menerapkan VTL dengan Singapura yang masuk, tidak perlu dikarantina dan tidak harus membayar visa.

“Sementara itu di Indonesia bagi pelaku perjalanan yang masuk, masih harus dikarantina. Belum lagi masalah visa. Ini yang membuat tidak balance, sehingga harus didudukkan permasalahannya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Syamsul Bahrum didampingi oleh Kadinkes Kepri M Bisri dan Wakahar Satgas Covid 19 Kepri Tjetjep Yudiana. Turut hadir secara virtual Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Kadisbudpar Bintan Wan Rudy, dan Kadinkes Bintan Gama AF Isnaeni. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here