Beranda All News Kepala Puskesmas Sei Lekop Jadi Tersangka, Kajari Bintan: Kerugian Negara Diperkirakan Rp400...

Kepala Puskesmas Sei Lekop Jadi Tersangka, Kajari Bintan: Kerugian Negara Diperkirakan Rp400 Juta

0
Kajari Bintan I Wayan Riana didampingi Kasi Pidsus Fajrian Yustiardi SH MH memperlihatkan barang bukti (uang tunai) pengembalian uang insentif Nakes dari dana Covid-19 di Puskesmas Sei Lekop, dengan tersangka dr ZP, pada saat jumpa pers, di Kantor Kejari Bintan, Km 16 Toapaya Selatan, Kamis (9/12/2021). F- nurul atia/suaraserumpun.com

Bintan, suaraserumpun.com – Kepala Puskesmas Sei Lekop dr ZP, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi dana Covid-19 untuk tenaga kesehatan. Penetapan dr ZP jadi tersangka itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan I Wayan Riana, pada saat jumpa pers di Kantor Kejari Bintan, Km 16 Toapaya Selatan, Kamis (9/12/2021) petang.

Kajari Bintan I Wayan Riana menerangkan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap beberapa berkas pencairaan dana Covid-19 untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Sei Lekop. Kemudian, sudah dilakukan penyelidikan terhadap komputer, penyimpan data pencairan dana, serta dokumen lainnya.

Dari hasil penyelidikan tim penyidik Kejari Bintan, sebut I Wayan Riana, ternyata dana untuk Nakes di Puskesmas Sei Lekop itu mencapai Rp 836.396.167. Sebelumnya, Kejari Bintan hanya memperkirakan Rp500 jutaan untuk dana insentif itu.

Baca Juga :  Blue Eagle dan NFA Batam Menjuarai Turnamen Kepri Champions 2021

“Dalam pencairan dana ini, ada dugaan mark-up dalam pencairan dana. Hari ini, bertepatan Hari Anti Korupsi, Kepala Puskesmas Sei Lekop inisial dr ZP ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan mark-up insentif dana Covid-19 bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Sei Lekop, Kabupaten Bintan,” kata I Wayan Riana.

I Wayan Riana menerangkan, anggaran insentif Nakes sebesar Rp 836.396.167 itu, dianggarkan sejak pada tahun 2020 hingga tahun anggaran 2021. Dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Kesehatan RI. Yaitu, jumlah hari kerja Nakes dan ditambah dengan pengajuan fiktif, untuk mendapatkan dana tersebut.

Baca Juga :  Kades Mantang Baru Berutang untuk Mengembalikan Uang Korupsi, Bebas Penjara

“Dari tindakan ini, kerugian negara diperkirakan sekitar Rp400 juta,” sebutnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, sudah ada 8 orang saksi yang dimintai keterangan dalam penyelidikan. Barang bukti yang memperkuat kasus dugaan korupsi ini berupa dokumen pencairan insentif, dokumen SPj dan dokumen lainnya. Berupa empat unit hape yang digunakan tersangka, saksi-saksi lainnya untuk menggunakan pencairan dan pengembalian dana insentif Nakes tersebut. Serta 1 unit komputer yang berisi data-data pembuatan dokumen, dan pencairan uang.

“Sampai saat ini, sudah ada pengembalian uang Rp26,015 juta. Dari hasil penyelidikan ini, kami menetapkan Kepala Puskesmas Sei Lekop dr ZP sebagai tersangka,” tegas I Wayan Riana, didampingi Kasi Pidsus Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi SH MH.

Baca Juga :  Ulil Rahim: Dianjurkan Stay at Home di Masa Perpanjangan PPKM

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi insentif Nakes dari dana Covid-19 ini, tersangka dr dr Zailendra Permana Kepala Puskesmas Sei Lekop melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang Undang nomor 31 tahun 1999 juncto Undang Undang nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kalau ancamannya, maksimal seumur hidup. Saat ini, tersangka belum ditahan, masih ada waktu untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata I Wayan Riana. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here