Beranda All News Ansar Ahmad Melaporkan ke BNPB, Tunggaan Tagihan Penanganan PMI Mencapai Rp11 Miliar

Ansar Ahmad Melaporkan ke BNPB, Tunggaan Tagihan Penanganan PMI Mencapai Rp11 Miliar

0
Ansar Ahmad Gubernur Kepri bersama Kepala BNPB Mayjen Suharyanto membahas tagihan Satgas penanganan pandemi Covid-19 dan penanganan PMI, di Jakarta, Kamis (25/11/2021). F- Istimewa/Humas Pemprov Kepri

Jakarta, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad bertemu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen Suharyanto di Jakarta, Kamis (25/11/2021). Di pertemuan ini kedua petinggi tersebut membahas perkembangan Covid-19 di Kepri, dan penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk ke Kepri. Saat ini, tunggakan tagihan Satgas penanganan pandemi Covid-19 dan PMI itu mencapai Rp11 miliar.

Kepada Mayjen Suharyanto, Gubernur Kepri menyampaikan, pandemi Covid-19 di terus menunjukkan angka penurunan. Kasus aktif di Kepri saat ini hanya tersisa tinggal 4 orang. Sementara Bed Occupancy Ratio (BOT) di seluruh rumah sakit di Kepri sudah berada di angka 1,40 persen, dan angka positivity rate di Kepri sudah 0,02 persen.

Begitu pula dengan capaian vaksinasi, di Kepri untuk vaksin Covid-19 dosis 1 sudah mencapai hampir 100 persen di angka 92,38 persen. Sementara suntikan vaksin dosis 2 sudah mencapai 73,72 persen.

Baca Juga :  Hilang Semalam, Pencari Madu Lebah Ditemukan Tak Bernyawa

“Semua indikator Covid-19 di Kepulauan Riau ini sudah sangat jauh menurun, kita masih terus berupaya sampai benar-benar seluruh kabupaten dan kota bisa zona hijau. Tentu ini semua berkat kerja sama dan sinergitas antarstakeholder dari tingkat bawah sampai atas,” ujar Gubernur Kepri.

Untuk mengapresiasi melandainya pandemi Covid-19 di Kepri, bulan Desember mendatang Gubernur Kepri merencanakan akan memberikan penghargaan kepada stakeholder di tingkat kabupaten dan kota, sebagai wujud terima kasih atas kerja keras mereka.

“Kami mengundang kepala BNPB untuk ikut memberikan penghargaan tersebut nanti. Karena mereka lah yang di bawah yang benar-benar berjuang di garis depan, untuk menurunkan pandemi di Kepri,” kata Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Menko Luhut Pandjaitan, Mahfud MD dan Ansar Ahmad Tinjau Karang Singa

Lalu terkait kepulangannya PMI melalui Kepri, Ansar Ahmad menjelaskan, sejak awal Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah membentuk Satgas khusus penanganan pemulangan PMI yang dipimpin langsung oleh Danrem 033/WP. Pada tahun 2020, tercatat sekitar 68 ribu orang PMI masuk melalui Kepri, sementara pada tahun 2021 tercatat sejumlah 40 ribu orang.

“Sekarang yang menjadi kendala itu terkait tagihan biaya penanganan mereka. Sekarang, total tagihannya sudah Rp13 miliar. Sementara yang baru dibayarkan baru sekitar Rp2 miliar. Tunggakannya Rp11 miliar,” ujar Gubernur Kepri

Menanggapi hal itu, Mayjen Suharyanto mengatakan, saat ini BNPB memang tengah berusaha secepatnya untuk menyelesaikan masalah pembiayaan tagihan Satgas penanganan pandemi Covid-19 dan juga PMI.

“Tidak hanya di Kepri, beberapa daerah lain seperti Jawa Timur dan Kalimantan juga seperti itu. Kita akan selesaikan secepatnya,” ujar Suharyanto.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Minta PT BAI di KEK Galang Batang Mengutamakan Tenaga Kerja Lokal

Selanjutnya Mayjen Suharyanto mengingatkan, agar Kepri bersiap untuk menghadapi libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) nanti. Sesuai dengan hasil rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, dirinya menyebutkan agar Kepri melakukan pengetatan mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

“Jangan sampai nantinya fluktuasi pandemi di Kepri yang sudah sangat melandai ini menjadi melonjak kembali hanya karena kita kecolongan dan tidak waspada,” ujarnya.

Mayjen Suharyanto mengapresiasi Pemprov Kepri bersama seluruh Forkompinda, yang menurutnya berhasil melakukan capaian vaksinasi yang demikian tinggi. Mengingat kontur geografis Kepri yang berbentuk kepulauan tetapi justru tidak menghambat upaya pemerintah melindungi warga negara dengan vaksinasi. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here