Beranda All News Posyantek Teluk Bakau Peringkat Tiga Nasional, Kado Bintan buat Hari Jadi Ke-19...

Posyantek Teluk Bakau Peringkat Tiga Nasional, Kado Bintan buat Hari Jadi Ke-19 Provinsi Kepri

0
Ronny Kartika dan Sardison bersama kreator Posyantek Teluk Bakau yang meraih juara tiga nasional TTG di Jakarta, Senin (20/9/2021).

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Posyantek Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau meraih peringka tiga nasional. Prestasi ini menjadi kado Kabupaten Bintan buat Hari Jadi ke-19 Provinsi Kepulauan Riau, yang jatuh pada tanggal 24 September 2021 ini.

Posyantek Teluk Bakau meraih terbaik tiga nasional, pada lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun 2021. Sedangkan peringkat pertama nasional diraih oleh Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) dari Jawa Barat. Peringkat kedua nasional diraih Posyantek dari Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Kepri Drs Sardison MTP mewakili Gubernur Kepri H Ansar Ahmad. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Dr Drs Abdul Halim Iskandar MPd di Jakarta, Senin (20/9/2021) pagi.

Baca Juga :  Cen Sui Lan Bawa Komisi V DPR RI dan Dirjen ke Kepri, Kunsfik Progres Jembatan Batam-Bintan

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bintan Rony Kartika mengatakan, dengan pretasi nasional tersebut, pihaknya semakin semangat lagi dalam mengembangkan peran Posyantek, dalam pemberdayaan masyarakat desa, ke depan.

“Alhamdulillah, Bintan meraih juara tiga nasional. Tentunya ini prestasi yang membanggakan bagi kita semua, dan menjadi kado Bintan buat menyambut Hari Jadi ke-19 Provinsi Kepri,” tutur Ronny Kartika.

Posyantek Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan sukses dalam merangkul beberapa pihak, dalam mengembangkan usaha budi daya maggot. Yaitu ulat sebagai pakan alternatif untuk usaha perikanan. Selain itu, maggot juga bisa menjadi pakan ternak serta pupuk organik bagi pertanian.

Baca Juga :  Ketua PSI Kepri Menilai Pernyataan Samsul Paloh Berlebihan

Usaha maggot tersebut cukup menjanjikan. Dari 1 kilogram sampah organik, dapat menghasilkan setengah kilogram ulat maggot. Per kilogram ulat maggot tersebut juga dijual seharga Rp10 ribu per kilogram kepada para pelaku usaha perikanan. Baik usaha perikanan air tawar, sampai untuk pakan unggas (burung).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Dukcapil Kepri Sardison MTP menerangkan, dalam ajang TTG tingkat nasional XXII tahun 2021 ini, Pemerintah Provinsi Kepri mengutus 3 kategori. Namun hanya 2 kategori yang masuk 10 besar, dan melaju ke babak final.

Baca Juga :  Anak Kos Ditangkap Polisi karena Mencuri Mi Instan di Kafe Milik Bupati Natuna, Begini Motifnya

Dua utusan dari Kepri tersebut antara lain dari Kabupaten Bintan di kategori Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantekdes) berprestasi. Yakni Posyantekdes Teluk Bakau. Serta dari Kabupaten Natuna di kategori TTG unggulan yang diberi nama teknologi temuannya dengan ‘Smart Cabai’.

“Alhamdulillah Posyantek Bina Desa Sejahtera dari Teluk Bakau berhasil meraih juara tiga,” sebut Sardison.

Pemerintah Provinsi Kepri akan memberikan penghargaan atas prestasi Posyantekde Teluk Bakau, atas sumbangsih para kreator yang telah mengharumkan nama Kepri di tingkat nasional untuk bidang teknologi tepat guna. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here