Beranda All News Menelusuri Kampung Wisata di Sungai Manau, Ada Air Terjun Datuk Suhut nan...

Menelusuri Kampung Wisata di Sungai Manau, Ada Air Terjun Datuk Suhut nan Alami

0
Pengunjung menikmati panorama alami di lokasi air terjun Datuk Suhut kampung wisata Sungai Manau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.

RIAU (suaraserumpun) – Bagi yang hobi traveling dan berjiwa petualang, kini ada objek wisata baru di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Tepatnya di Desa Sungai Manau, Kecamatan Kuantan Mudik. Tatkala Anda menelusuri kampung wisata di Sungai Manau ini, ada air terjun Datuk Suhut nan alami.

Kecamatan Kuantan Mudik hingga ke Kecamatan Hulu Kuantan di Kabupaten Kuansing (Riau), air terjun terbilang menjadi objek wisata favorit. Sebut saja seperti air terjun Guruh Gemurai di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik. Dan air terjun tujuh tingkat Batang Koban di Hulu Kuantan.

Nah, air terjun yang satu ini, masih jarang dijamah pengunjung. Namanya, air terjun Datuk Suhut. Lokasinya berada di wilayah Desa Sungai Manau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Tak ada salahnya, Anda yang berjiwa petualang atau hobi tour and travel, untuk menelusuri kampung wisata di Sungai Manau ini.

Untuk mencapai kampung wisata air terjun Datuk Suhut ini, sedikit punya tantangan. Kalau dari Pekanbaru ibu kota Provinsi Riau, Anda mesti menuju Kabupaten Kuansing terlebih dahulu. Untuk tiba di Desa Sungai Manau, memerlukan sekitar 4 jam perjalanan, dari Kota Pekanbaru. Tapi jangan cemas. Ada angkutan umum (mobil travel) yang bisa mengantarkan Anda hingga sampai di desa ini. Biayanya cukup terjangkau.

Sebelum menuju lokasi air terjun Datuk Suhut ini, Anda bisa menikmati suasana perkampungan di Desa Sungai Manau. Warga di desa ini, sangat ramah. Sebagian besar warga, masih hidup bertani. Panorama hamparan persawahan padi, akan menyegarkan mata Anda.

Baca Juga :  Ansu Fati Pemain Berusia 18 Tahun yang Mewarisi Nomor Punggung Messi di Barcelona

Setelah puas menikmati kampung wisata persawahan padi ini, Anda bisa menelusuri jalan menuju air terjun Datuk Suhut. Dari Desa Sungai Manau menuju lokasi air terjun Datuk Suhut, Anda mesti menggunakan sepeda motor. Perjalanannya tidak lama. Jarak tempuh menggunakan sepeda motor ini, sekitar 3 kilometer. Sepanjang jalan tanah ini, pengunjung akan melihat perkebunan karet dan beberapa kawasan hutan belantara yang masih alami.

Lokasi air terjun Datuk Suhut di kampung wisata Desa Sungai Manau, Kuantan Singingi, Riau.

Setelah perjalanan sekitar 20 menit, Anda akan tiba di ujung jalan tanah. Di lokasi ini, sepeda motor mesti ditinggalkan. Karena, perjalanan selanjutnya harus ditempuh dengan jalan kaki. Jaraknya, sekitar 1 kilometer.

Saat tiba di lokasi air terjun Datuk Suhut, rasa lelah perjalanan pengunjung akan sirna seketika. Air terjun dengan ketinggian sekitar 8 hingga 9 meter ini sangat jernih. Percikan air dan kesejukan udara di lokasi ini, akan menyelimuti sekujur tubuh Anda. Suasana hutan nan alami di sekitar air terjun Datuk Suhut ini, sangat mendukung.

Anda boleh mandi sepuasnya di lokasi air terjun Datuk Suhut tersebut. Sampai saat ini, belum ada pungutan atau semacam retribusi. Terbuka bagi siapa pun yang ingin menelusuri dan menikmati kampung wisata di Desa Sungai Manau, Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing, Riau ini.

Potensi Kampung Wisata

Baru-baru ini, kelompok mahasiswa yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dari Universitas Riau, sudah menelusuri kampung wisata di Desa Sungai Manau ini, Bahkan, kelompok mahasiswa Kukerta Unri Balik Kampung tersebut sudah menikmati panorama di lokasi air terjun Datuk Suhut nan alami tersebut.

Kelompok mahasiswa Kukerta Universitas Riau (Unri) di Desa Sungai Manau, menelusuri kampung wisata air terjun Datuk Suhut.

“Air terjun Datuk Suhut di kampung wisata Sungai Manau ini, bisa jadi destinasi menarik. Baik bagi wisatawan lokal di Kuantan Singingi, maupun dari daerah lain. Terutama bagi yang ingin menghabiskan weekend, atau liburan akhir pekan,” ujar Vigi Okberiandi, mahasiswa Unri saat menikmati objek wisata air terjun Datuk Suhut.

Baca Juga :  MU Kembali Tempel Manc City, Setelah Mengalahkan Newcastle

Vigi Okberiandi merupakan mahasiswa Unri Jurusan Ilmu Komunikasi, angkatan 2019. Vigi bersama sejumlah mahasiswa Unri lainnya sedang menjalankan Kukerta di Desa Sungai Manau, Kuansing, Riau.

Bagi mahasiswa yang menjalani Kukerta ini, potensi kampung wisata air terjun Datuk Suhut ini, perlu ditata dan dikelola lebih baik. Sehingga, potensi kampung wisata di Desa Sungai Manau ini, bisa menggerak roda ekonomi masyarakat. Serta menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Pendapatan desa itu direalisasikan untuk program pembangunan desa, maupun pemberdayaan masyarakat desa.

“Sekarang, tinggal bagaimana mempromosikan dan mengelolanya agar lebih bagus, dan mendatangkan wisatawan,” sarannya.

Asal Muasal Nama

Nah, bicara kampung wisata Desa Sungai Manau ini, belum banyak yang tahu tentang asal muasal nama air terjun Datuk Suhut. Menurut warga setempat, nama air terjun Datuk Suhut diambil dari pemilik lokasi. Dahulunya, lokasi air terjun ini milik Datuk Suhut. Sehingga, air terjun yanng satu ini dipaten dengan nama Datuk Suhut.

Baca Juga :  Ini Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Euro 2020/2021, Ada Duel Inggris Vs Jerman

Hamdan selaku Kepala Desa Sungai Manau menyadari betapa pentingnya pemberdayaan potensi wisata air terjun Datuk Suhut tersebut. Masyarakat bisa ikut turut serta memajukan dan mengembangkan potensi wisata ini. Hamdan pun mengajak semua pihak untuk memenfaatkan potensi wisata.

“Kalau diberdayakan secara maksimal, masyarakat secara ekonomi bisa terbantu. Ke depan, kami Pemerintahan Desa Sungai Manau dan BUMDes akan mencoba memasukan ke angaran (APBDes), untuk menggali potensi wisata air terjun Datuk Suhut ini,” ujarnya.

Panorama alami di lokasi air terjun Datuk Suhut kampung wisata Desa Sungai Manau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Hanya saja, sebut Hamdan, untuk pengelolaan dan penataan potensi wisata air terjun Datuk Suhut, masih banyak kendala. Penataan untuk lebih baik, perlu konsultan perencana. Terutama dari sisi penataan, agar lokasi air terjun bisa lebih menarik, tanpa menghilangkan karakteristik alaminya. Kemudian, perlu ada atraksi atau iven, yang bisa menarik pengunjung. Selain itu, akses transportasi menuju lokasi, perlu dibangun. Serta dilengkapi fasilitas infrastruktur pendukung lainnya.

“Kami berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi, agar melakukan kajian pengembangan potensi wisata ini. Sehingga, air terjun Datuk Suhut nan alami ini, bisa menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Kuansing, ke depannya,” demikian harapan yang disampaikan Hamdan.

Meski demikian, air terjun Datuk Suhut di kampung wisata Sungai Manau ini, tetap menjadi tantangan dan daya tarik bagi sang petualang. Anda penasaran? Kapan lagi kalau bukan sekarang, untuk menikmati air terjun Datuk Suhut nan alami tersebut. (RS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here