KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Speedboat pengantar pasien Covid-19 milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (19/5/2021) pagi. Dua perawat di dalam speedboat tersebut mencemplung ke laut, bersama tiga orang kru speeboat lain.
Informasi yang diterima redaksi suaraserumpun.com, speedboat milik BPBD Kabupaten Lingga ini, awalnya mengantar pasien Covid-19 yang hendak melahirkan, dari Lingga ke salah satu rumah sakit di Kota Batam, Selasa (18/5/2021) sore. Karena jarak tempuh dari Kota Batam ke Lingga jauh, maka speedboat kembali ke Lingga, Rabu (19/5/2021) pagi. Dalam perjalanan pulang ini, speedboat terbakar.
Speedboat tersebut terbakar di perairan Tanjung Datuk, di wilayah Mepar dan Penarik, Kabupaten Lingga. Di dalam speedboat tersebut, ada tiga orang kru speedboat yang merupakan personel BPBD Kabupaten Lingga. Serta dua orang perawat, yang sebelumnya mendampingi pasien Covid-19. Lima orang di dalam speedboat ini selamat, setelah mencemplung (terjun) ke dalam air laut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal membenarkan kejadian tersebut. Oktanius Wirsal menegaskan, tidak ada korban saat speedboat milik BPBD Lingga tersebut terbakar.
“Personel dan perawat hanya trauma saja. Ini kita bawa anggota kita ke RSUD Encik Mariyam (Lingga),” ujarnya.
“Tidak ada korban jiwa. Karena saat kejadian, mereka melompat ke laut,” sambungnya.
Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy dalam keterangan resminya menyampaikan, sebelum dirinya menuju ke Daik, Rabu (19/5/2021) pagi, mendapati kabar ada speedboat milik BPBD Kabupaten Lingga, mengalami musibah terbakar. Speedboat terbakar di perairan Tanjung Datuk.
“Kami bersame beberape staf langsung turun ke lokasi, untuk membantu evakuasi korban, alhamdulillah semuenye selamat,” ujar Neko Wesha Pawelloy.

Wakil Bupati Lingga ini menerangkan, speedboat ini baru saja selesai merujuk pasien Covid-19 ke Kota Batam. Pasien ini akan melahirkan Selasa (18/5/2021) petang. Saat kembali ke Lingga (Rabu), di perjalanan speed mengalami musibah kebakaran. Di dalam speedboat ada staf BPBD Lingga, dan petugas kesehatan yang baru saja bertugas.
“Sekarang, speed ade di Kecamatan Selayar. Semua korban sudah kami rujuk ke RS Encik Maryam, karena mengalami trauma. Kite doakan semoge semuenya bise sehat dari trauma yang dialami,” harapnya.
Dari kejadian ini, Neko mengajak semua pihak belajar, bahwa petugas di lapangan sangat sudah mempertaruhkan semuany, untuk kesehatan masyarakat.
“Janganlah meragukan mereka di lapangan, patuhi protokol kesehatan. Mohon doa atas keselamatan daerah kite, pare petugas kesehatan kite. Dan semue yang hari ini (Rabu) bekerje untuk masyarakat dan daerah kite,” tutup Neko Wesha Pawelloy. (SS)
