Beranda All News Ada Kampung Wisata 1000 Pohon Pinang di Bintan, Tersedia Jus Pinang Muda

Ada Kampung Wisata 1000 Pohon Pinang di Bintan, Tersedia Jus Pinang Muda

0
Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono SIK MM menikmati suasana alam di kampung-wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Kini, ada kampung wisata 1000 pohon pinang di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Tak cuma fasilitas dan alam menawan di kawasan ini. Tersedia jus pinang muda bagi yang doyan kuliner yang satu ini.

Kampung wisata 1000 pohon pinang berada di Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Lokasinya di perkampungan Cikolek jalan arah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Di kampung wisata ini ditanami seribuan pohon pinang. Sehingga membuat kawasan wisata terasa begitu sejuk, nyaman dan asri.

Fasilitas di kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya ini, cukup banyak. Tak cuma tempat beristirahat. Tapi, ada kolam pemancingan. Tempat usaha kuliner warga setempat. Bahkan, ada warung usaha tradisional untuk membakar ikan.

Bicara kuliner di kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya ini, tak ada habisnya. Berbagai aneka kue tradisional dijual oleh masyarakat. Saat ini, usaha kuliner dikelola oleh para ibu PKK Desa Toapaya. Dijamin halal dan nikmat kue tradisionalnya.

“Kami dari pemerintah desa memanfaatkan lahan warga, yang bisa menjadi objek wisata desa. Kami beri nama kampung wisata pohon pinang. Ya, seribuan pohon pinang ada di sini,” kata Mulyono alias Markum, didampingi Januar Sekdes Toapaya, baru-baru ini.

Di lahan kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya ini, tersedia kolam pemancingan. Kolam ini disediakan bagi pengunjung yang ingin memancing. Cocok banget bagi mancing mania. Jenis ikan yang ada di kolam pemancingan ini ada bawal, patin, gurami dan jenis nila.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19, Ansar Ahmad: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit

Launching Kampung Wisata

Kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya ini, baru launching akhir Desember tahun 2020 lalu. Baru sekitar 3 bulan berjalan aktif. Saat ini, kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya dikelola oleh Forum RT/RW, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Toapaya. Untuk pengelola kawasan wisata pohon pinang dilakukan oleh BUMDes. Sedangkan untuk kolam pemancingan dikelola Forum RT/RW.

Asisten Setdkab Bintan Supriyono, Kadis PMD Ronny Kartika, Camat Toapaya Nepy Purwanto me-launching kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya.

“Kalau untuk unit usaha kuliner dikelola PKK Desa Toapaya. Di kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya, akan menyediakan jus pinang muda. Jus pinang muda, banyak khasiatnya,” jelas Januar, Sekdes Toapaya.

Dikunjungi Apri Sujadi

Kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya ini, sudah diketahui oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi. Bahkan sudah dikunjungi Apri Sujadi bersama Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono, Minggu (21/3/2021) akhir pekan lalu. Di kampung wisata 1000 pohon pinang ini, Apri Sujadi menikmati berbagai fasilitas dan permainan rakyat.

Apri Sujadi bermain fasilitas olahraga panah di kampung wisata 1000 pohon pinang.

Apri sangat tertarik, dan sempat menghabiskan waktunya untuk olahraga memanah. Sewa sarana olahraga panah di kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Toapaya tersebut, sangat murah. Siapa pun boleh memanfaatkan sarana ini.

Begitu juga Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono, merasa nyaman dan menikmati kampung wisata ini. Selain memanah, Kapolres Bintan pun menanam bibit pinang bersama Bupati Bintan, dan sejumlah pengunjung lainnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, meski setiap desa memiliki potensi, namun tetap punya tantangan yang berbeda. Terutama dalam megembang usaha, agar menjadi desa yang berkembang dan mandiri. Namun hal tersebut justru bisa menjadi pemicu bagi masyarakat pedesaan, agar semakin mandiri dan maju. Caranya, dengan melakukan pemberdayaan masyarakat, sesuai dengan potensi yang ada di desa tersebut. Seperti pengembangan kampung wisata 1000 pohon pinang di Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan ini.

Baca Juga :  Hafizha Roby Menginginkan Anak Bintan yang Berilmu dan Berakhlak

Berbasis Masyarakat

Pengembangan potensi yang dimaksud, perlu suatu pengembangan desa wisata yang berbasis masyarakat. Yaitu dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan. Sehingga manfaat kepariwisataan sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat lokal itu sendiri. Upaya pengelolaan di kampung wisata 1000 pohon ini, sudah memenuhi hal itu. Tinggal, bagaimana memenej dan melaksanakannya ke depan.

Kolam pemancingan di kampung wisata 1000 pohon pinang.

Apri juga menginginkan, pengembangan ekonomi berbasis digital bagi desa-desa wisata di Kabupaten Bintan. Menurutnya, perkembangan ekonomi berbasis digital sangat potensial. Dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk di tengah pandemi.

Justru itu, kampung wisata 1000 pohon pinang perlu sentuhan inovasi ekonomi berbasis digital. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, layanan berbasis online terus meningkat penggunanya saat ini.

“Kita percaya, hal ini juga mampu mempercepat pemulihan ekonomi. Di kampung wisata 1000 pohon pinang Desa Topaya ini, berpotensi untuk menyediakan usaha jus pinang muda. Penjualannya bisa lewat online, dan bisa dinikmati di sini,” saran Apri Sujadi.

“Khasiat jus pinang muda itu, semua orang sudah tahu. Tak perlu dijelaskan lah,” sambung Apri Sujadi.

Baca Juga :  4.800 Karyawan PT BAI di KEK Galang Batang Divaksin Mandiri

Keunikan Kampung Wisata

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika selalu menyampaikan, desa wisata menjadi opsi dalam meningkatkan potensi keindahan alam di Bintan. Menurutnya, saat ini kecenderungan minat wisatawan yang mulai beralih pada wisata alam. Karena, penuh keunikan dan memberikan angin segar bagi pelaku usaha di kampung atau desa wisata.

justru itu, kampung atau desa wisata harus memiliki keunikan lokal, atau objek wisata yang layak untuk dikenalkan. Di Bintan, sudah hampir separuh desa-desa telah berkembang sebagai desa wisata.

“Sekarang, ada kampung wisata 1000 pohon pinang di Bintan. Lokasinya ada di Desa Toapaya,” kata Ronny Kartika.

Ronny Kartika berharap, pengembangan kampung atau desa wisata mampu memberikan pengaruh positif secara makro kepada masyarakat. Seperti halnya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, dari pengelola kampung wisata 1000 pohon pinang di Bintan ini. Tepatnya di Desa Toapaya.

Bupati Bintan Apri Sujadi dan Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono menanam bibit pinang.

Pendirian kampung wisata 1000 pohon pinang di Bintan ini, seyogianya sebagai upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Seperti yang sudah dijalankan di Desa Ekang Anculai, Desa Pengudang, Desa Mapur, Desa Toapaya Selatan, Desa Busung, Desa Kuala Sempang, Desa Malang Rapat, Desa Teluk Bakau dan lain-lain.

Kini, sudah ada objek wisata baru dengan keunikan tersendiri. Yaitu, kampung wisata 1000 pohon pinang di Desa Toapaya, Kabupaten Bintan. Tak cuma menikmati pesona alam pohon pinang dan kuliner tradisional. Pengunjung juga bisa menikmati jus pinang muda dan berkhasiat mantap, bagi kaum adam. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here