Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Nelayan Bintan menolak aktivitas eksploitasi tambang pasir laut di perairan wilayah timur dari Kabupaten Bintan. Lebih dari seratus orang nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Pesisir Kabupaten Bintan-Lingga menggelar aksi damai penolakan tambang pasir laut ke Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Selasa (12/5/2026).
Personel Polres Bintan turut melakukan pengawalan dan pengamanan aksi damai yang dilakukan Aliansi Nelayan Pesisir Kabupaten Bintan-Lingga terkait aktivitas tambang pasir laut tersebut. Nelayan menolak tambang pasir laut, karena telah memutus mata pencaharian nelayan Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga.
Aksi diikuti oleh sekitar 107 nelayan dari wilayah Bintan Timur dan Gunung Kijang. Aksi tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan aktivitas penambangan pasir laut di wilayah Bintan Timur, Bintan Pesisir, Mantang dan Kecamatan Gunung Kijang. Aksi damai ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Massa bergerak dari Monumen Relief Kijang, Bintan Timur menuju Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau di Dompak, Kota Tanjungpinang.
Kapolres Bintan melalui jajarannya menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga ketertiban. Tetapi juga memastikan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum berjalan aman dan nyaman.
Sejak massa berkumpul di Monumen Relief Kijang, personel Polres Bintan tampak melakukan komunikasi dialogis dengan para nelayan. Petugas di lapangan tidak hanya mengatur lalu lintas kendaraan lori dan pikap agar tidak mengganggu pengguna jalan lain. Tetapi juga memastikan keselamatan peserta aksi selama perjalanan menuju Tanjungpinang.
Perjalanan dari Bintan menuju Simpang Dompak hingga tiba di Kantor DKP Kepri berlangsung tertib. Kerja sama yang baik antara Polres Bintan dan Polresta Tanjungpinang membuat arus kendaraan tetap mengalir lancar meskipun terdapat konvoi massa.
“Kami hadir untuk melayani. Tugas kami adalah memastikan bapak-bapak nelayan dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman sampai tujuan, dan kembali pulang ke keluarga dengan selamat,” ujar seorang personel Polres Bintan di sela mengawal nelayan saat menyampaikan aspirasi penolakan tambang pasir di Kantor Gubernur Kepri, Dompak.
Sikap humanis Polri juga terlihat saat memfasilitasi jalannya pertemuan antara Korlap aksi damai Rudi Herdiawan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Misni SKM MSi. Berkat situasi yang kondusif, pihak Pemerintah Provinsi Kepri merespons cepat aspirasi tersebut dengan menjadwalkan audiensi lanjutan pada Rabu (13/5/2026) besok, di Kijang, Bintan Timur. Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak pemerintah, massa membubarkan diri dengan tertib. (yen)
Editor: Sigik RS
