Batam, suaraserumpun.com – Melalui kebijakan Bupati Natuna Cen Sui Lan, jemaah calon haji (JCH) asal Natuna terbang gratis, dari Natuna ke Batam. Pemkab Natuna menggratiskan biaya transportasi udara bagi jemaah calon haji asal Natuna ke Batam sebagai titik keberangkatan menuju Madinah.
Sekretaris Daerah Natuna Boy Wijanarko menjelaskan, jemaah calon haji dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat dari Bandara Ranai menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Pemkab Natuna memilih transportasi udara karena dinilai paling efisien bagi jemaah yang berasal dari daerah kepulauan. Dengan perjalanan yang lebih singkat, jemaah dapat menjaga kondisi fisik sebelum menjalani rangkaian ibadah haji.
“Pada tahun 2026, jumlah jemaah calon haji asal Natuna tercatat sebanyak 36 orang. Terdiri dari 13 laki-laki dan 23 perempuan,” sebut Boy.
Boy Wijanarko menegaskan bahwa program pembiayaan ini bertujuan meringankan beban jemaah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan haji. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat. Terutama dalam mendukung kelancaran perjalanan menuju Tanah Suci.
Setelah tiba di Batam, jemaah akan mengikuti sejumlah tahapan di tingkat provinsi sebelum berangkat ke Tanah Suci. Seluruh proses keberangkatan internasional juga akan dilakukan melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam, yang menjadi embarkasi utama di wilayah tersebut.
Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah telah menjalani berbagai persiapan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga manasik haji. Pada hari keberangkatan, Pemkab Natuna bersama para pemangku kepentingan melepas jemaah dengan prosesi adat Melayu yang sarat makna.
Boy Wijanarko juga mengingatkan pentingnya kebersamaan selama menjalankan ibadah haji. Ia mengajak jemaah untuk saling membantu, terutama kepada kelompok lansia. Menurutnya, semangat gotong royong akan mempermudah perjalanan ibadah sekaligus menjadi nilai tambah dalam meraih haji yang mabrur.
“Dengan dukungan fasilitas dan persiapan yang matang, Pemkab Natuna berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat,” harapnya.
Lebih dari itu, perjalanan ini diharapkan membawa perubahan spiritual bagi jemaah. Sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan keimanan setelah kembali dari Tanah Suci. (yen)
Editor: Sigik RS
