Bintan, suaraserumpun.com – Pemerintah Singapura meminta penambahan jumlah ekspor ayam dari Bintan. Namun, PT Indojaya Agrinusa dari PT Japfa Group tetap memprioritaskan kebutuhan pasar wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Anwar Tandiono alias Acai Vice President Head of Feed Operation Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjelaskan, PT Indojaya Agrinusa terus melakukan ekspor ayam pedaging ke Singapura. Sudah 12 kali. Minggu pertama Maret akan dikirim lagi ke Singapura, dan dilanjutkan pada April 2026 nanti. Sesuai permintaan dari Singapura.
Rencananya, lanjut Acai, pada April 2026 mendatang, manajemen PT Indojaya Agrinusa akan diundang ke Singapura untuk evaluasi hasil ekspor ayam selama ini. Kemudian, Singapura akan memberikan kuota, berapa kesanggupan PT Indojaya Agrinusa mengekspor ayam. Apakah per minggu atau per bulan.
“Sejauh ini sudah 12 kali ekspor ayam dari Bintan ke Singapura, tidak ada isu negatif dan puas dengan hasil yang dikirim PT Indojaya Agrinusa. Sejauh ini, tidak ada kendala (ekspor) yang terlalu berat. Kalau dari produksi, itu biasa. Justru itu, kita selalu ketat dari sisi sanitasi, terutama biosecurity,” tegas Acai di sela berbuka puasa Ramadan 1447 hijriah bersama insan pers di ONE of Kind Resort, pantai Trikora Bintan, Minggu (22/2/2026) malam.
Makanya, lanjut Acai, soal lalat, bukan masyarakat saja yang takut. Manajemen PT Indojaya Agrinusa di Bintan, lebih takut lagi kalau ada masalah kebersihan yang mempengaruhi kualitas hidup ayam.
“Kita kan tahu, bagaimana standar Singapura terhadap barang apapun yang mau masuk ke Singapura. Standar mereka sangat tinggi. Sampai saat ini, baru kita yang bisa kirim ayam (ekspor) ke Singapura,” ujarnya.
Ekspor ayam dari PT Indojaya Agrinusa ke Singapura, sebut Acai, dari pertama sampai 12 kali ekspor, angka kematian ayam tiba di Singapura, rata-rata 0,15 sampai 0,2 persen saja. Saat ini, kebutuhan Singapura terhadap daging ayam per harinya, 150 ribu ekor.
“Justru itu, Singapura berharap agar PT Indojaya Agrinusa mengirim ayam dalam jumlah lebih dibandingkan jumlah sebelumnya. Kalau kita, kirim ke Singapura kan satu kali dalam sebulan. Karena, kandang kita kan masih on progres,” jelas Acai didampingi Artsanti Arif Vice President Head of Social Investment Departemen PT Japfa Group.
Dan komitmen kami dengan pemerintah daerah, tidak berubah. Tetap mengutamakan kebutuhan pasar domestik. Sisanya baru kita ekspor. Kita prioritaskan kebutuhan lokal, itu pertama. Ekspor, itu prioritas kedua,” tegasnya. (yen)
Editor: Sigik RS
