banner 728x90
Bupati Natuna Cen Sui Lan saat membuka Musrenbang Natuna.F-Istimewa

Fokus 2027: Bupati Natuna Cen Sui Lan Perkuat Bansos Lansia hingga Kredit UMKM 0%

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Pemerintah Kabupaten Natuna mulai menyusun cetak biru pembangunan untuk tahun 2027. Dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten, Selasa (10/2/2026), Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan bahwa perlindungan sosial bagi kelompok rentan akan menjadi pilar utama kebijakan daerah.

Kelompok prioritas yang disasar dalam program bantuan sosial (Bansos) tahun 2027 meliputi masyarakat miskin ekstrem, para janda, serta lansia berusia di atas 65 tahun. Langkah ini diambil untuk memastikan kehadiran negara dalam menjaga kesejahteraan warga yang paling terdampak ekonomi.

“Pemerintah daerah ingin memastikan kelompok rentan tetap terlindungi dan mendapatkan dukungan yang layak sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial kita,” ujar Cen Sui Lan.

Dorong Kemandirian Melalui Pertanian dan Perikanan
Selain fokus pada bantuan langsung, Pemkab Natuna juga menyiapkan stimulus besar-besaran di sektor produktif:

Sektor Pertanian: Distribusi bibit unggul (kelapa, cengkeh, kopi, hortikultura), bantuan ayam petelur, hingga penyediaan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).

Sektor Perikanan: Pengembangan budidaya rumput laut, penyediaan bibit ikan, serta bantuan sarana penangkapan ikan untuk mendongkrak pendapatan nelayan lokal.

Stimulus UMKM: Pinjaman Bunga 0 Persen
Untuk menggairahkan ekonomi kerakyatan, Cen Sui Lan menyiapkan program unggulan bagi pelaku UMKM berupa pinjaman dengan bunga nol persen. Program ini akan dikolaborasikan dengan pelatihan kewirausahaan dan bantuan peralatan produksi guna menciptakan lapangan kerja baru di Natuna.

Adaptasi Terhadap Kebijakan Fiskal Nasional
Bupati Cen Sui Lan menyadari bahwa tahun 2027 merupakan masa transisi fiskal nasional yang menuntut efisiensi anggaran. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengelola dana transfer daerah.

“Kita harus adaptif. Penguatan potensi lokal seperti kampung nelayan, koperasi desa, dan sekolah rakyat akan dimaksimalkan agar pembangunan tetap berjalan efektif meski di tengah konsolidasi anggaran nasional,” tambahnya.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh aspirasi pemangku kepentingan dapat terakomodasi sehingga kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Natuna di masa depan.(yen)

Editor : Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *