Natuna, suaraserumpun.com – Seorang nelayan asal Pulau Subi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) Syahruddin dilaporkan terdampar di wilayah Kuching, Malaysia, Sabtu (13/12/2025) lalu. Nelayan Subi-Natuna ini terdampar di Malaysia, setelah kapal yang dikemudikannya keluar jalur akibat kerusakan alat navigasi GPS. Bupati Natuna Cen Sui Lan pun langsung berkoordinasi dan menghubungi KJRI Kuching, Malaysia.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching ini, guna memastikan keselamatan nelayan asal Subi-Natuna. Serta memproses pemulangan nelayan tersebut, agar berjalan aman dan sesuai prosedur.
“Begitu kami menerima informasi, pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan KJRI Kuching. Prioritas kami adalah memastikan warga Natuna dalam kondisi selamat dan mendapatkan perlindungan negara,” ujar Bupati Natuna Cen Sui Lan, Minggu (14/12/2025) kemarin.
Berdasarkan informasi dari otoritas Malaysia, nelayan tersebut pertama kali ditemukan warga setempat di kawasan Kampung Telaga Air. Laporan kemudian diteruskan ke Sub Pusat Penyelamatan Maritim (MRSC) Kuching, sebelum petugas Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Sarawak mengevakuasi dan memastikan kondisi korban.
Setelah melalui proses pemeriksaan dan administrasi kepolisian setempat, Syahruddin diserahkan kepada perwakilan KJRI Kuching untuk pendampingan lebih lanjut.
Cen Sui Lan menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya memantau dari jauh, tetapi aktif mengawal proses pemulangan warganya. Bupati Natuna meminta agar kebutuhan dasar nelayan selama berada di Malaysia dipenuhi hingga kembali ke Natuna.
“Kami memastikan semua tahapan berjalan dengan baik, termasuk pendampingan dari KJRI dan kesiapan pemulangan. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keselamatan warganya,” tegas Cen Sui Lan.
Pihak KJRI Kuching menyampaikan bahwa nelayan asal Pulau Subi tersebut berada dalam kondisi sehat dan aman. Selain mengurus administrasi pemulangan, KJRI turut memberikan dukungan logistik berupa 1.500 liter bahan bakar solar untuk mendukung perjalanan kembali ke Indonesia.
Rencananya, pemulangan akan dilakukan setelah kondisi cuaca dinyatakan aman. Pemerintah Kabupaten Natuna terus melakukan pemantauan hingga nelayan tersebut tiba kembali di daerah asalnya.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengimbau keluarga nelayan agar tetap tenang. Ia memastikan pemerintah daerah bersama perwakilan RI di luar negeri telah menangani peristiwa ini secara menyeluruh dan bertanggung jawab. (yen)
Editor: Sigik RS
