banner 728x90
Potret satu potensi geopark di Natuna (Kepri) untuk menjadi pengembangan pariwisata internasional. F- ist

Cen Sui Lan: Tiket Pesawat Mahal yang Menghambat Pengembangan Geopark di Natuna

Komentar
X
Bagikan

Jakarta, suaraserumpun.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan potensi besar dan urgensi pengembangan Geopark Natuna, pada Indonesia Geopark Leader Forum, yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto (DH), Jakarta, Rabu (3/12/2025). Dalam forum ini, Cen Sui Lan juga memaparkan persoalan yang menghambat geopark di Natuna, satu di antaranya harga tiket pesawat mahal.

Indonesia Geopark Leader Forum ini mengangkat tema “Building Knowledge For Indonesia’s Geopark Development. Forum strategis ini mempertemukan para kepala daerah, kementerian, hingga pemangku kebijakan untuk memperkuat arah pembangunan geopark nasional secara berkelanjutan. Acara dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Tito menegaskan pentingnya komitmen daerah untuk mendorong geopark menjadi identitas global.

“Indonesia kini memiliki 12 geopark berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp) dan 11 geopark nasional. Ini aset besar yang harus dikelola serius,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan bahwa Geopark Natuna memiliki kekayaan geologi, lanskap unik, dan keanekaragaman hayati yang sangat potensial menjadi destinasi wisata kelas dunia. Namun, optimalisasi geopark membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri pariwisata.

“Natuna memiliki keunikan geologi yang tidak dimiliki daerah lain. Potensi ini harus didukung kebijakan yang konkret,” harap Cen Sui Lan.

Namun, lanjut Cen Sui Lan, persoalan mendasar yang menghambat percepatan pariwisata Natuna, yakni tingginya harga tiket pesawat. Tiket pesawat yang mahal membuat minat wisatawan turun signifikan.

“Harga tiket pesawat yang mahal Ini menjadi hambatan utama pengembangan geopark di Natuna. Ini yang harus segera diselesaikan,” ujar Bupati Natuna Cen Sui Lan.

Menurut Cen Sui Lan, aksesibilitas udara menjadi faktor kunci agar kunjungan wisatawan ke Natuna dapat tumbuh, terutama saat geopark mulai diperkenalkan ke skala nasional maupun internasional. Selain harga tiket, Cen Sui Lan menyatakan, perlunya pembangunan bandara baru dengan fasilitas yang lebih representatif.

“Bandara modern dinilai akan membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas, serta mendukung aktivitas pariwisata dan logistik. Bandara yang memadai juga akan membuka lapangan kerja. Ini investasi penting bagi masa depan Natuna,” ujar Cen Sui Lan.

Pemaparan Bupati Natuna Cen Sui Lan tersebut mendapat perhatian peserta forum. Banyak pihak menilai bahwa tantangan aksesibilitas yang disampaikan Cen Sui Lan juga dialami banyak daerah kepulauan lainnya yang memiliki potensi geopark.Tetapi belum ditunjang infrastruktur memadai.

Forum ini juga menjadi sarana diskusi antara pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk merumuskan langkah strategis pengembangan geopark nasional yang lebih inklusif dan terintegrasi.

Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam kegiatan Indonesia Geopark Leader Forum yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta. F- ist

Bupati Natuna Cen Sui Lan berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur penunjang pariwisata di Natuna. Terutama demi mempercepat langkah menuju pengakuan global Geopark Natuna.

“Pengembangan pariwisata bukan hanya soal promosi. Tetapi memastikan wisatawan mendapatkan akses terbaik menuju Natuna,” tambahnya.

Kehadiran Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam forum ini sebagai komitmennya untuk menjadikan Natuna sebagai geopark unggulan Indonesia. Sehingga mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat dari sektor pariwisata. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *