Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sempat bermasalah, ketika ingin membangun monumen atau Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, sekitar tahun 2013 silam. Kini, Pemprov Kepri menyediakan dana Rp100 miliar untuk membangun Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. Pembangunan direncanakan pada tahun anggaran 2026 mendatang.
Tahun 2012 lalu, Pemprov Kepri melalui Dinas Kebudayaan mengalokasikan dana miliaran rupiah, untuk membangun Tugu Bahasa di Pulau Penyengat. Namun, proyek tersebut terbengkalai. Tugu Bahasa tak selesai dibangun di Pulau Penyengat tersebut. Alhasil, proyek Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Tanjungpinang tersebut bermasalah hukum. Kini, Pemprov Kepri mengusulkan lagi pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang.
Melansir antaranews.com, untuk pembangunan monumen tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri sudah beberapa kali melobi pemerintah pusat. Termasuk meminta dukungan dari Balai Pelestarian Budaya Wilayah IV Sumatera. Anggaran untuk pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat ini tak tanggung-tanggung, mencapai Rp100 miliar.
Pemprov Kepri telah menyediakan anggaran mencapai Rp100 miliar yang diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD tahun anggaran 2026.
“Sekarang, anggaran itu sedang dibahas bersama teman-teman DPRD. Tinggal menunggu persetujuan mereka saja,” kata Nyanyang Haris Pratamura Wakil Gubernur Kepri seperti dilansir antaranews.com, Sabtu (25/10/2025).
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menambahkan, Pemprov Kepri juga akan mendapat dukungan APBN melalui Kementerian Kebudayaan RI, untuk membangun Monumen Bahasa Nasional tersebut. Namun, Wagub Kepri belum bisa menyampaikan besaran nominal bantuan dari APBN tersebut.
Menurutnya, Pemprov Kepri telah menyiapkan DED proyek Monumen Bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang tersebut. Jika tidak ada aral melintang, proses pembangunannya dimulai awal tahun 2026, dan ditargetkan rampung selama satu tahun berjalan.
Wagub Kepri menyatakan, Monumen Bahasa Nasional akan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kepri, sekaligus pengingat sejarah penting lahirnya Bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Melayu, yang merupakan buah pemikiran Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat.
“Monumen ini dibangun di kawasan Bukit Kursi, Penyengat. Dari sana, kita bisa melihat pusat ibu kota, Tanjungpinang, Senggarang, Dompak, bahkan Batam,” demikian disampaikan Nyanyang Haris Pratamura Wakil Gubernur Kepri. (yen)
Editor: Sigik RS
