banner 728x90
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama manajemen Pertamina East Natuna usai membahas jadwal eksplorasi Migas. F- ist

Pertemuan dengan Pertamina East Natuna, Cen Sui Lan: Pengeboran Eksplorasi Migas Dijadwalkan Tahun 2026

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Pemerintah Kabupaten Natuna bersama Pertamina East Natuna (PEN) menggelar audiensi di Kantor Pertamina East Natuna, Senin (8/9/2025). Bupati Natuna Cen Sui Lan menyebutkan, pengeboran eksplorasi Migas dijadwalkan tahun 2026.

Pertemuan Bupati Natuna dengan manajemen Pertamina East Natuna tersebut membahas rencana pengeboran eksplorasi migas, yang dijadwalkan berlangsung pada 2026. Sekaligus peluang penguatan kapabilitas lokal untuk mendukung operasi migas di wilayah perbatasan. Selain Bupati Natuna Cen Sui Lan, hadir dari pihak Pertamina East Natuna Direktur Utama Rachmat, Project Manager Herdinsyah, serta Relations Manager Pinto.

Pihak Pertamina East Natuna menjelaskan, perusahaan telah memperoleh persetujuan dan menyiapkan anggaran untuk pengeboran satu sumur eksplorasi yang ditargetkan dimulai pada 19 Juni 2026. Saat ini, proses pengadaan barang dan jasa untuk mendukung kegiatan tersebut tengah berjalan.

Dengan mempertimbangkan posisi Pulau Natuna Besar yang memiliki pelabuhan dan bandara memadai, PEN menetapkan sejumlah kebutuhan operasional akan diprioritaskan melalui fasilitas lokal. Kebutuhan itu meliputi refuelling kapal, aviasi, catering, air bersih, pergantian awak (crew changes), akomodasi, tenaga kerja, hingga logistic shorebase.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti hasil audiensi dengan menyusun daftar potensi barang dan jasa lokal yang dapat dimanfaatkan.

“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kapabilitas lokal agar mampu mendukung kebutuhan operasional Pertamina East Natuna. Tidak hanya untuk PEN, tapi juga bagi kontraktor kontrak kerja sama lain yang beroperasi di blok migas Natuna,” ujarnya.

Cen Sui Lan juga mendorong adanya forum diskusi bersama PEN dan SKK Migas untuk memastikan keterlibatan sumber daya lokal, baik tenaga kerja maupun penyedia jasa, dalam operasional migas di perbatasan.

Dalam pandangannya, pengembangan Blok P (East Natuna) tidak hanya penting bagi pencapaian target produksi migas nasional, tetapi juga berperan dalam ketahanan energi, swasembada, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

“Jika pengeboran tahun 2026 berhasil menemukan cadangan migas, Natuna akan semakin strategis sebagai basis prioritas operasi eksplorasi dan eksploitasi. Infrastruktur maritim dan penerbangan yang sudah ada menjadi keunggulan besar bagi daerah ini,” kata Cen Sui Lan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *