banner 728x90
Ary Satia Dharma Ketua Forum PRB Bintan bersama mahasiswa Stisipol RHF Tanjungpinang usai memberikan materi kiat-kiat komunikasi yang efektif untuk pembentukan desa tangguh bencana (Destana). F- ist

PRB Bintan Memberikan Kiat-kiat Komunikasi untuk Pembentukan Desa Tangguh Bencana kepada Mahasiswa

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Bintan membekali tentang upaya penanggulangan risiko bencana kepada 80 mahasiswa calon peserta KKN dari Stisipol Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kamis (26/6/2025). Selain itu, FRB Bintan juga memberikan kiat-kiat komunikasi untuk pembentukan desa tangguh bencana atau Destana.

Pembekalan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Forum PRB Bintan dengan perguruan tinggi dalam upaya pengurangan risiko bencana, melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Ary Satia Dharma Ketua Forum PRB Bintan menyampaikan materi pembekalan terkait konsep kebencanaan, risiko bencana, pergeseran paradigma dalam penanggulangan bencana, pengurangan risiko bencana, urgensi dan manfaat pembentukan Destana. Serta proses dan prosedur pembentukan destana.

Dalam pembekalan tersebut, Ary juga memberikan kiat-kiat komunikasi yang efektif untuk membangun inisiatif dan partisipasi masyarakat dalam pembentukan Destana. Salah satu langkah strategis yang dapat diambil mahasiswa KKN adalah dengan mambangun dialog strategis dengan para aktor kunci di desa. Seperti Kepala Desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Desa.

“Saat ini Dialog strategis sudah menjadi pendekatan yang lazim digunakan untuk meningkatkan partisipasi publik dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan publik. Melalui kolaborasi dan Co-creation dalam implementasi kebijakan publik, komitmen masyarakat desa akan lebih tinggi untuk ikut mensukseskan program Destana,” ujar Ary Satia Dharma.

Ary Satia Dharma juga mengingatkan, pentingnya mahasiswa KKN untuk memotret dan memetakan berbagai tradisi dan kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat desa.

“Kearifan lokal seperti ini dapat menjadi sumber energi dan inspirasi yang sangat besar bagi masyarakat desa dalam menjaga kelestarian alam dan mengurangi risiko bencana,” jelasnya.

Didampingi Endi Bagus Prasetyo SSos MSi Dosen Stisipol Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Ary Satia Dharma berpesan kepada mahasiswa untuk melaksanakan KKN dengan sebaik-baiknya agar dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat desa, sesuai dengan tagline Kemendiktiristek saat ini, yaitu Kampus Berdampak.

“Mahasiswa KKN harus memanfaatkan event KKN ini dengan sebaik-baiknya, terutama untuk mengasah dan memperkuat soft skill secara optimal. Dengan demikian mahasiswa KKN akan dapat memainkan peran sebagai change agent atau agent of change yang hebat bagi masyarakat desa, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pembangunan nasional,” tutup Ary Satia Dharma Ketua PRB Bintan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *