Batam, suaraserumpun.com – Operasional kapal roro di Pelabuhan Punggur, Batam, mendadak terhenti pada Senin (12/05/2025) malam, menyebabkan ratusan kendaraan penumpang tertahan dan menumpuk di area pelabuhan. Banyak di antaranya adalah keluarga dengan anak-anak yang kini terpaksa bermalam di lokasi tanpa kepastian.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga kendaraan niaga, memadati area parkir pelabuhan. Para penumpang mengaku kecewa karena telah membeli tiket secara online, namun keberangkatan kapal ditunda hingga esok hari tanpa adanya penambahan jadwal pelayaran.
“Kami sudah beli tiket online, tapi tidak ada pemberitahuan jelas. Sekarang kami harus tidur di dalam mobil bersama anak-anak,” ujar salah satu penumpang yang enggan disebut namanya.
Hingga malam ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola pelabuhan maupun otoritas terkait mengenai alasan penghentian layanan. Ketidaksiapan fasilitas dan kurangnya komunikasi dari pihak penyelenggara pelayaran semakin memicu kekesalan para penumpang.
Sebagian penumpang bahkan sempat menyuarakan protes, menuntut kejelasan atas hak mereka sebagai pengguna jasa yang telah melakukan pembayaran sebelumnya.
Situasi ini kembali menyoroti perlunya manajemen darurat dan pelayanan publik yang lebih responsif, terutama pada masa libur atau saat lonjakan arus penumpang terjadi.(yen)
Editor : Sigik RS
