banner 728x90
Masyarakat harus menunggu hingga berjam-jam untuk melakukan penyeberangan dari Telagapunggur - Tanjunguban dan sebaliknya karena hanya dua kapal RoRo yang beroperasi pada Senin (12/5/2025).F-yen/suaraserumpun.com

Liburan Waisak, Kapal Roro Cuma 2 Armada, Kendaraan Menumpuk di Punggur

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Layanan penyeberangan kapal RoRo di lintasan Telagapunggur (Batam) – Tanjunguban (Bintan) dikeluhkan masyarakat karena keterbatasan armada yang beroperasi pada momen libur Waisak, Senin (12/5/2025). Hanya dua kapal yang melayani penyeberangan, menyebabkan antrean panjang dan waktu tunggu yang mencapai berjam-jam.

Salah satu penumpang, Koko, yang membeli tiket untuk jadwal pukul 13.00 WIB, mengaku belum dapat menyeberang hingga pukul 17.28 WIB.

“Sudah beli tiket sejak siang, tapi belum juga bisa nyebrang sampai sekarang,” keluh Koko, yang merupakan pegawai pemerintah.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Musril, warga Tanjungpinang. Ia menyebut bahwa saat keberangkatan sebelumnya pada Sabtu (10/5/2025), tiga kapal masih beroperasi. Meski begitu, ia tetap harus menunggu sekitar 4 jam untuk dapat menyeberang.

“Sekarang cuma dua kapal yang beroperasi, kendaraan numpuk, parkiran penuh, dan belum jelas jam berapa bisa nyeberang,” ujar Musril, yang sudah check-in untuk penyeberangan pukul 16.00 WIB namun belum diberangkatkan hingga pukul 18.00 WIB.

Situasi semakin rumit karena ada satu kapal yang sedang docking. General Manager PT. ASDP Batam, Hermin, menjelaskan bahwa KMP Niaga, salah satu armada milik Jembatan Nusantara (JN), sedang dalam proses perbaikan rutin (docking).

“Saat ini kami sedang mengajukan penambahan trip untuk mengurai antrean,” jelas Hermin.

Dari sisi operasional, Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, menyatakan sebenarnya tiga kapal RoRo sempat beroperasi pada hari itu: KMP Barau, KMP Burang, dan KMP Sembilang. Namun, KMP Sembilang hanya dijadwalkan untuk dua trip pada siang hari ketika pelabuhan belum terlalu ramai.

“Kepadatan terjadi pada sore hari, sementara kapal yang melayani hanya dua,” ujarnya.

Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga nyaris tidak ada lagi ruang parkir di Pelabuhan Tanjunguban.

Warga mendesak agar ASDP segera menambah armada, bukan sekadar menambah jumlah trip kapal yang sama, terutama saat momen libur panjang seperti peringatan Waisak.(yen)

Editor : Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *