Natuna, suaraserumpun.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan meresmikan pengoperasian SPAM Sedanau, Jumat (14/3/2025). Cen Sui Lan pun menggratiskan 1.410 pelanggan selama sebulan.
Kini, sebanyak 1.410 rumah warga sudah terlayani air bersih dari pengoperasian SPAM Sedanau tersebut. Peresmian disaksikan perwakilan dari Balai prasarana dan pemukiman wilayah provinsi Kepri, kementerian PU.
“Diresmikan pengoperasian SPAM Sedanau ini adalah keberkahan. Semoga masyarakat Sedanau tidak lagi kekurangan air ke depannya,” ucap Cen Sui Lan bersyukur, sambil menyerahkan kunci SPAM kepada Zaharuddin Direktur Perumda Tirtanusa Natuna.
Pembangunan SPAM Sedanau, kata Cen Sui Lan, adalah program Anggota DPR RI Komisi V tahun 2023 lalu, untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Sedanau.
“Pada bulan penuh berkah (Ramadan) ini, mulai hari ini air Perumda gratis selama satu bulan. Walaupun kampanye saya tidak berjanji, semoga dinikmati seluruh masyarakat Sedanau,” kata Cen Sui Lan mantan Anggota DPR RI periode 2019-2024 tersebut.
Cen Sui Lan Bupati Natuna menambahkan, untuk rumah warga yang belum tersambung air bersih, akan difasilitasi pemerintah daerah hingga tuntas. Pemerintah akan menambah jaringan distribusi untuk wilayah yang belum terpasang.
“Bagi rumah belum terlayani, nanti akan difasilitasi lewat Perumda, sampai seluruh masyarakat Sedanau terlayani air bersih,” ujarnya.
Direktur Perumda Tirtanusa Zaharuddin mengatakan, masih terdapat ratusan rumah di Sedansu belum mendapat sambungan air bersih. Sekarang, baru terlayani 1.410 rumah atau pelanggan SPAM Sedanau ini.
Zaharuddin menjelaskan, Perumda juga belum menetapkan biaya langgan bulanan ke depan khusus di Sedanau. Perumda akan menghitung biaya per kubikasi dengan melibatkan konsultan.
“Masyarakat yang belum tersambung dapat mendaftar di kantor PDAM atau di kelurahan Sedanau supaya dapat terdata. Sesuai perintah Bupati, mulai menggratiskan pelanggan selama satu bulan,” ujarnya.
Kabid ciptakarya Dinas PU pemkab Natuna, Riswandi menambahkan, SPAM Sedanau dibangun tahun 2023 dan selesai tahun 2024, dengan anggaran sekitar Rp16 miliar. Selain bersumber dari APBN, terdapat dana sharing dari APBD Natuna.
“Kapaitas pengolahan air bersih Sedanau ini masih terbatas, hanya 5 liter per detik, hanya cukup aliri 500 rumah. Jadi akan dilakukan pembagian 4 zonasi per 4 jam dan bergilir,” jelasnya. (yen)
Editor: Sigik RS
