banner 728x90
Bupati Natuna Cen Sui Lan membahas program peremajaan perkebunan kelapa masyarakat Natuna dan pendirian pabrik pengolahan kelapa dari perusahaan Salim Group di sela safari Ramadan, Sabtu (8/3/2025) malam. F- ist

Perusahaan Salim Group Menjajaki Pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa di Natuna

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Perusahaan Salim Group sedang menjajaki pembangunan pabrik pengolahan kelapa di Natuna. Saat ini, pabrik hilirisasi atau pengolahan kelapa yang sudah beroperasi itu adalah PT Bionesia Organic Food (BOF) di kawasan industri Lobam, Bintan yang dikelola oleh PT BIIE Lobam perusahaan dari Salim Group.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan di sela Safari Ramadan di Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Tengah, Sabtu (8/3/2025).

Cen Sui Lan Bupati Natuna ingin memprogramkan peremajaan perkebunan kelapa masyarakat Kabupaten Natuna. Guna memenuhi kebutuhan kelapa untuk domestik maupun ekspor. Karena permintaan kelapa meningkat dan juga penjajakan atau survei oleh pihak swasta Salim Group untuk membanguna pabrik kelapa, sebagai hilirisasi di Natuna.

“Dua hari lalu, pimpinan perusahaan dari Salim Group menemui saya agar bersama-sama investasi hilirisasi kelapa di Natuna,” kata Cen Sui Lan setelah memberikan sambutan pada safari Ramadhan di Desa Cemaga Tengah, Sabtu (8/3/2025) malam.

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, Natuna adalah kabupaten dengan penghasilan kelapa terbanyak di Kepulauan Riau, yang dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar ekspor.

“Sekarang supply dan demand sudah tidak seimbang. Permintaan pasar besar, tapi produksi dari petani berkurang. Kami akan mendorong ini melalui peremajaan kebun kelapa masyarakat,” ujar Cen Sui Lan.

Program peremajaan ini sambungnya, pemerintah daerah akan memberikan bibit kelapa kepada masyarakat, memberikan pendampingan dan pupuk. Agar hasil produksi terus meningkat.

Cen Sui Lan menambahkan, pemerintah daerah akan menjadikan komoditi kelapa sebagai leading sector Kabupaten Natuna. Diharapkan dengan program peremajaan perkebunan kelapa ini, tidak hanya dibawa santan saja, namun berpeluang menghadirkan pabrik pengolahan kelapa di Natuna. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *