Bintan, suaraserumpun.com – Seribuan warga Toapaya menghadiri kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan pasangan Roby Kurniawan dan Deby Maryanti (Roby-Deby) bersama Calon Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, di pujasera BUMDes Toapaya Selatan, Senin (18/11/2024) malam tadi. Meski tanpa dibayar, warga Toapaya menghadiri kampanye tersebut untuk melepas rindu dengan Ansar Ahmad sekaligus mendengarkan program pembangunan teranyar.
“Kami datang ke acara kampanye ni, untuk bertemu Pak Ansar Ahmad, mantan bupati kami. Ada juga Pak Apri mantan Bupati Bintan kami. Serta Pak Roby sama Bu Deby calon Bupati Bintan. Bukan nak cari imbalan. Kami rindu Pak Ansar. Pak Ansar Ahmad sudah membangun Bintan sejak masa susah dulu,” kata Aminah seorang ibu rumah tangga 58 tahun, di sela kampanye Roby-Deby dan Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 Ansar Ahmad.
Aminah menyimak kata per kata dari kalimat orasi Ansar Ahmad. Mulai dari program pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur jalan sampai dengan kepedulian Ansar Ahmad terhadap pembangunan mental spiritual terhadap para mubaliq atau dai di pulau-pulau.
“Kami warga Toapaya ini tahun betul, bagaimana Pak Ansar Ahmad membangun Bintan ini. Pak Ansar Ahmad membangun Bintan sejak masa susah. Tak ada anggaran, sampai dengan membuka jalan-jalan ke kampung-kampung. Termasuk jalan Lintas Barat di Toapaya. Mulai sejak hutan sampai sekarang jadi jalan paling lebar di Bintan, itu berkat Pak Ansar Ahmad,” ucap Aminah kepada suaraserumpun.com.
“Kualat kalau warga Bintan tak pilih dia (Ansar Ahmad) untuk Calon Gubernur Kepri pada Pilkada, Rabu pekan depan. Kalau timses orang sebelah nak kasih duit tiga atau lima ratus ribu, ambil ajalah. Tapi di bilik suara nanti, tetap pilih buat Pak Ansar Ahmad dan Pak Nyanyang. Saya takkan beralih hati, tetap untuk nomor 1. Semoga Pak Ansar Ahmad jadi gubernur lagi,” sambungnya.
Usai menyampaikan orasi dan program pembangunan, Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 Ansar Ahmad menambahkan, dirinya akan perkuat kolabolarasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menciptakan SDM yang unggul.
“Kalau APBD kemampuannya sangat terbatas, kita mesti kerja sama dengan bupati dan wali kota untuk memperbanyak pendidikan vokasi dan sertifikasi. Sebenarnya kita sudah melatih 7 ribu lebih tamatan SMA/SMK untuk 70 ribu kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang ada. Tetapi itu tidak tercover semuanya,” sebut Ansar Ahmad saat memberikan keterangan pers.
“Jika ada yang bilang itu tidak 100 ribu lebih, ya wajarlah karena kita kan baru 3 tahun lebih. RPJMD itu kan 5 tahun, tapi kan orang tidak mengerti,” urainya.

Ansar Ahmad akan menjolok anggaran dari pusat untuk membiayai pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja di Kepri.
“Maka, itu perlunya ada kerja sama. Kalau Pak Amsakar jadi di Batam, kita akan duduk. Kami berdua akan ke Menko Perekonomian, masa Rp50 miliar sampai Rp60 miliar tidak bisa kita gunakan untuk mensertifikasi SDM kita. Supaya mereka bisa bekerja terhormat lah,” demikian Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepri nomor urut 1. (yen)
Editor: Sigik RS
