Batam, suaraserumpun.com – Grup kesenian tradisional asal Kuantan Singingi Randai IKKS Batobo Tanjungpinang tampil lagi di Kota Batam. Penampilan grup randai tersebut menjadi pelepas rindu kampung halaman bagi Erlita Sari Amsakar Ketua Iwakusi Kota Batam. “Hoyaaak,” ucap Erlita Sari Amsakar kepada seratusan warga Kuantan Singingi di perantauan Kota Batam di acara silaturahmi Iwakusi Kecamatan Sungai Beduk.
Awal Mei 2024 lalu, Ikatan Keluarga Inuman (IKI) Kota Batam mengadakan silaturahmi bersama warga perantauan Kuantan Singingi di Pantai Melayu, Kota Batam. Saat itu ratusan warga Kuantan Singingi dihibur dengan penampilan kesenian tradisional Randai IKKS Batobo Tanjungpinang. Namun, Erlita Sari Amsakar Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (Iwakusi) Kota Batam, saat itu berhalangan hadir. Niat Erlita Sari untuk berandai bersama seluruh warga Kuantan Singingi tak kesampaian.
Minggu (11/11/2024) kemarin, Erlita Sari Amsakar pun bersilaturahmi lagi dengan warga Kuantan Singingi yang tergabung dalam Iwakusi Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam. Iwakusi Sungai Beduk pun mengundang grup Randai IKKS Batobo Tanjungpinang di bawah binaan Mardianto, Qardinar, Syahadan, Herman, Ani dan kawan-kawan.
Kegiatan silaturahmi Ketua Iwakusi Kota Batam Erlita Sari Amsakar di Kampung Bagan, Tanjung Piayu, Sungai Beduk Kota Batam ini menjadi momen spesial. Sebelum waktu zuhur, puluhan warga asal Kuantan Singingi di Kampung Bagan ini membuat konji anak loba. Yaitu, bubur (konji) yang terbuat dari bahan tepung ketan dicampur sedikit tepung beras yang berbentuk anak lebah. Membuat konji anak loba ini dilakukan secara gotong royong (batobo).
Di sela kesibukan membuat atau memasak konji anak loba ini, warga Iwakusi Sungai Beduk dihibur dengan kesenian Randai IKKS Batobo Tanjungpinang. Sejumlah warga tak segan untuk meminta atau request tembang-tembang lagu randai dendang asal Kuantan Singingi. Waktu zuhur tiba, penampilan randai istirahat sejenak. Konji anak loba pun masak. Puluhan warga Kuantan Singingi salat zuhur berjemaah di masjid terdekat Kampung Bagan, Sungai Beduk.

Usai salat zuhur, tanah lapang tempat silaturahmi semakin ramai dikunjungi warga. Tak cuma warga yang tergabung di Iwakusi Kecamatan Sungai Beduk saja yang hadir. Pengurus Iwakusi di kecamatan lain se-Kota Batam pun hadir. Tak lama berselang, Ketua Iwakusi Kota Batam yang dinanti pun tiba. Sosok Erlita Sari Amsakar begitu bersahaja saat tiba di lokasi.
Baru saja menginjak kaki, Erlita Sari Amsakar disambut dengan tembang Selamat Datang dari Randai IKKS Batobo Tanjungpinang. Erlita Sari langsung tersenyum lebar mendengarkan musik tradisional randai, sambil bersalaman dengan warga Kuantan Singingi. Satu per satu pun menyalami Erlita. Tak terkecuali Pak Umar sesepuh atau orang tua Kuantan Singingi yang hadir saat itu.
Erlita Sari Amsakar mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kuantan Singingi yang hadir dalam kegiatan silaturahmi di Kampung Bagan, Sungai Beduk, Kota Batam tersebut.
“Ambo (saya) bangga dengan sagalo (seluruh) urang awak dari Kuantan Singingi di Kota Batam ko. Selalu kompak,” ucap Erlita Sari Amsakar saat mengawali sambutannya.
Erlita Sari pun mengapresiasi dengan kegiatan silaturahmi yang selalu dilaksanakan warga Kuantan Singingi di kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Batam. Seperti yang dilaksanakan di Kecamatan Sungai Beduk ini.

“Sebelumnya, di Sagulung dan beberapa kecamatan lain. Hari ko, silaturahmi dilaksanakan di Sungai Beduk. Momen seperti ini menjadi pelepas rindu kita untuk kampung halaman. Apo lai hari ko makanannyo konji anak loba. Ado lo kesenian awak Randai IKKS Batobo Tanjungpinang. Hoyaaak (goyang/menggoyangkan)…,” ucap Erlita Sari memberikan semangat kepada seluruh warga Kuantan Singingi (Kuansing) untuk bergoyang dengan Randai IKKS Batobo Tanjungpinang.
Erlita Sari Amsakar berpesan, agar seluruh warga Kuantan Singingi di Kota Batam selalu kompak dan menjalin silaturahmi. Perbedaan pendapat hal yang biasa. Namun, warga Iwakusi di perantauan selalu satu persepsi untuk menuju kebaikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga awak di grup Randai IKKS Batobo Tanjungpinang, yang jauh-jauh datang untuk menghibur kami di Kota Batam. Jarang ado randai di perantauan nyo. Iko la tompek awak malope rindu kek kampuang,” ucap Erlita Sari.
“Ambo ndak dapek bajoget kini do, baru siap operasi kaki. Hati nondak bonar ma nak bajoget. Yang lainnyo, hoyak la jo Randai IKKS Batobo Tanjungpinang awak ko,” tutup Erlita Sari Amsakar.
Mardianto Ketua grup Randai IKKS Batobo Tanjungpinang mengucapkan terima kasih kepada Erlita Sari Amsakar Ketua Iwakusi Kota Batam, Ketua dan Pengurus Iwakusi Sungai Beduk serta Iwakusi kecamatan se-Kota Batam, yang telah memberikan kesempatan lagi kepada Randai IKKS Batobo Tanjungpinang dalam kegiatan silaturahmi tersebut.

“Kami selalu siap menghibur bagi warga Iwakusi yang ingin mendengarkan kesenian tradisional randai dendang Kuantan Singingi. Selain untuk silaturahmi, Randai IKKS Batobo Tanjungpinang ini untuk melestarikan kesenian tradisional. Zaman boleh modern, kesenian tradisional tetap kita lestarikan. Ibarat mengangkek batang tarondam,” tutur Mardianto didampingi Qardinar kepada Ketua Iwakusi Kecamatan Sungai Beduk Kota Batam, Nurlubis.
Kegiatan silaturahmi Ketua Iwakusi Kota Batam Erlita Sari Amsakar dengan seratusan warga Kuantan Singingi ini digelar dalam bentuk joget bersama Randai IKKS Batobo Tanjungpinang dan Ria si pelantun lagu randai Gadi Basora. Serta makan konji anak loba bersama. Momen ini pun menjadi ajang pertemuan silaturahmi antarwarga se-kampung. (yen)
Editor: Sigik RS
