banner 728x90
Ansar Ahmad Gubernur Kepri menyikapi pertumbuhan ekonomi Batam dan daerah kabupaten kota se-Kepri. F- dok/suaraserumpun.com

Ansar Ahmad: Dengan Rp6,2 Triliun Setahun, Pertumbuhan Ekonomi Batam Seharusnya Bisa Mencapai 15 Persen

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menyebutkan, dengan anggaran Rp6,2 triliun setahan, pertumbuhan ekonomi di Kota Batam seharusnya bisa mencapai 11 persen bahkan 15 persen. Namun kenyataannya, saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Batam hanya di angka 7,04 persen.

Kota Batam jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya, ujar Ansar Ahmad, pertumbuhan ekonomi di Batam memang paling tinggi. Seperti Bintan tumbuh diangka 6,5 persen. Untuk APBD di Bintan, rata-rata setahun Rp1,2 triliun. Pertumbuhan ekonomi Karimun di angka 5,5 dengan APBD di atas Bintan. Untuk Tanjungpinang, Natuna, Anambas dan Lingga pertumbuhannya jauh di bawah angka tersebut.

“Kalau bicara pertumbuhan ekonomi Batam (anggaran Rp6,2 triliun), menurut saya bisa 11 persen sampai 15 persen. Itu baru sukses, berhasil,” kata Ansar Ahmad dari video podcast bersama salah satu media harian terbesar di Kepulauan Riau yang terbit di Kota Batam dan telah publis di media sosial YouTube.

Ke depan, lanjut Ansar Ahmad dalam video tersebut, untuk masalah pertumbuhan ekonomi jangan hanya bicara soal angkanya saja. Tapi lebih berbicara soal struktur pondasi penguatan pertumbuhan ekonominya. Baru kemudian biscara bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa menberikan trickle down efek hingga ke masyarakat sebanyak-banyaknya, atau dalam kata lain pemerataan.

Jika di perbandingkan satu dengan yang lain, Batam lanjut Ansar, dalam setahun mengelola uang sebesar Rp6,2 triliun, yakni Rp2,6 triliun dana BP Batam dan Rp3,5 triliun lebih merupakan APBD Pemko Batam.

“Bayangkan Rp6,2 triliun itu Kota Batam mengelola sendiri. Ditambah lagi dukungan swastanya kuat, dan FTZ-nya juga sudah menyeluruh. Ditambah lagi ada Rempang, Galang dan beberapa yang lain. Serta ada 3 kawasan KEK sekarang. Sehingga benar jika Batam ini memang sangat kuat sekali. Tapi menghasilkan pertumbuhan ekonomi 7,04 dengan anggaran total Rp6,2 triliun itu,” tegas Ansar Ahmad.

Lalu, Ansar Ahmad membandingkannya dengan Kabupaten Bintan yang dalam setahun dengan anggaran APBD rata-rata Rp1,2 triliun dan FTZ-nya pun cuma sebagian. Serta ditambah satu kawasan KEK yakni PT Bintan Alumina Indonesia. Namun demikian pertumbuhan ekonomi Bintan bisa mencapai hingga 6,5 persen. Atau hanya berbeda 0,54 persen saja dibanding pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Seharusnya, jika dilihat dari sisi proporsi anggaran, dukungan swasta, dan beberapa kebijakadan yang ada. Anggaran Batam Rp6,2 triliun tersebut perbandingannya 5 kali lipat dengan anggaran setahun di Bintan yang hanya Rp1,2 triliun.

“Batam itu pertumbuhan ekonominya harusnya bisa belasan persen, bukan 7,04 persen. Dengan porsi anggaran, geliat pembangunan, infrastruktur dan lain-lain. Bahkan menurut saya bisa sampai 15 persen,” tegas Ansar.

Pertumbuhan Batam di angka 15 persen tersebut bukan hal yang mustahil menurut Ansar Ahmad. Karena Kabupaten Bintan yang dengan anggaran Rp1,2 triliun ekonominya bisa tumbuh sebesar 6,5 persen. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *