Natuna, suaraserumpun.com – Cen Sui Lan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat Kepulauan Riau. Terutama di Kabupaten Natuna. Cen Sui Lan merealisasikan pembangunan jalan Teluk Buton menuju Kelarik. Panjangnya hampir 100 kilometer. Termasuk realisasi pada tahun anggaran 2024 ini. Simak tanggapan warga Natuna tentang pembangunan jalan Teluk Buton-Kelarik hasil perjuangan Cen Sui Lan berikut ini.
Cen Sui Lan sudah banyak menggelontorkan dana aspirasi untuk berbagai kegiatan pembangunan di Natuna. Srikandi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini gigih memperjuangkan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Kepri, termasuk di Kabupaten Natuna. Satu di antaranya pembangunan jalan hotmix Kelarik sejak tahun 2022 hingga 2024. Dan total pembangunan hingga tahun anggaran 2024, hampir 100 kilometer. Kini, tersisa 8 kilometer pengerjaannya. Sedangkan total anggaran untuk kegiatan multiyears contract ini hampir mencapai Rp250 miliar.
Pembangunan jalan penghubung antara Desa Teluk Buton dan Kelarik oleh Kementerian PUPR ini selesai dibangun pada akhir Desember 2023. Paket pekerjaan ini juga mencakup pembangunan lima jembatan. Yaitu jembatan Kelarik 6, 7, 8, 9, dan Jembatan Kelarik 10.
Pembangunan jalan ini sangat penting sebagai akses penghubung untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan lancar. Berkat perjuangan dan dedikasi Cen Sui Lan, masyarakat Natuna kini dapat merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan.
“Alhamdulillah, bahagia sekali rasanya jalan yang diperjuangkan telah selesai dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Natuna,” ujar Cen Sui Lan, Sabtu (7/9/2024).
Yahya warga Desa Kelarik Utara merasa bersyukur telah selesainya pembangunan jalan tersebut. Kini manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat.
“Kami sebagai warga Kelarik berterima kasih kepada bu Cen Sui Lan atas perjuangannya. Sehingga jalan tersebut dibangun Kementerian,” katanya.
Yahya mengatakan, dengan adanya akses jalan yang baik banyak dampak positif terhadap masyarakat, salah satunya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Dengan akses jalan yang baik juga mempercepat perjalanan, mengurangi biaya operasional kendaraan, membuka peluang investasi baru, memperkuat konektifitas, hingga mempermudah evakuasi.
“Yang jelas kalau jalan bagus, perekonomian pasti lancar karena arus barang mudah masuk. Selain itu, kalau ada orang sakit kita bisa gerak cepat ke Rumah Sakit kalau tidak bisa diatasi di Puskesmas,” ucap Yahya.
Yahya menceritakan, dahulu, untuk menuju ibu kota kabupaten (Ranai) satu-satunya akses hanya melalui Batubi. Hal itu sangat menyulitkan, apalagi dengan kondisi jalan rusak parah yang membuat waktu tempuh semakin lama.
Yahya pun berharap pasangan Cen Sui Lan-Jarmin (cermin) menang dalam Pilkada Natuna. Sehingga nantinya akan lebih banyak lagi anggaran pusat yang dibawa untuk membangun infrastruktur daerah.
Manfaat pembangunan jalan tersebut, juga sangat dirasakan oleh masyarakat desa Teluk Buton. Kini, warga tak perlu bersusah payah lagi jika ada keperluan ke ibukota kecamatan.
Berbeda dengan beberapa tahun lalu, masyarakat harus menempuh perjalanan laut dengan pompong karena akses penghubung kedua desa belum ada.
Pembangunan infrastruktur jalan yang baik tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi para petani.
Dengan adanya akses jalan memadai, petani kini semakin mudah membuka lahan pertanian baru di sepanjang jalan. Jalan yang mulus memungkinkan petani mengangkut hasil pertanian dengan lebih cepat dan efisien.
Hal ini tentu saja memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi petani yang selama ini bergantung pada hasil tanam mereka.
“Pembangunan jalan ini sangat membantu kami dalam membuka lahan pertanian baru. Kami tidak perlu lagi khawatir dengan akses yang sulit untuk mengangkut alat dan bahan pertanian,” ujar seorang petani di Desa Kelarik. (yen)
Editor: Sigik RS
