banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengikuti rapat tentang kampung nelayan merah putih (KNMP) dengan Pemprov Kepri melalui daring. F- ist

Bintan Mengusulkan 27 Lokasi KNMP, Roby Kurniawan: Masih Menunggu Rekomendasi Lahan Laut

Komentar
X
Bagikan

intan, suaraserumpun.com – Pemkab Bintan mengusulkan 27 lokasi untuk kampung nelayan merah putih (KNMP) ke pemerintah pusat melalui KKP. Kampung nelayan merah putih di Bintan belum beroperasi, karena masih menunggu rekomendasi lahan laut dari DLH Provinsi Kepri.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bintan, Roby Kurniawan, saat menyampaikan paparan dalam Rapat Koordinasi Pemenuhan Kelengkapan Persyaratan dan Pemantapan Data Usulan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara daring. Bupati Bintan Roby Kurniawan menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bintan mengusulkan lagi tambahan 10 titik atau lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Awalnya, kami usulkan 17 titik KNMP, sudah disurvei 12 titik dan masih menunggu rekomendasi lahan laut dari DLH Provinsi Kepri. Kami izin mengusulkan 10 titik lagi untuk tambahan, termasuk di wilayah Tambelan,” sebut Bupati Bintan Roby Kurniawan saat mengikuti Zoom Meeting di Ruang Rapat Bapperida Bintan, Senin (18/5/2026).

Usulan tersebut langsung disambut antusias Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang memimpin jalannya rapat. Ansar meminta, Pemerintah Daerah baik Kabupaten/Kota untuk terus menggali potensi jika ada titik yang masih bisa diusulkan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan optimistis, pembangunan KNMP akan mendongkrak perekonomian sekaligus kesejahteraan warga nelayan, khususnya di Bintan. KNMP akan didukung sarana dan prasarana penunjang yang lengkap dan memadai, mulai dari dermaga, pabrik es, SPBU nelayan, tempat pelataran bongkar muat, perbengkelan reparasi kapal perbaikan bahkan kapal bantuan nelayan pun disiapkan Pemerintah.

Kepala Dinas Perikanan Bintan Fachrimsyah menjelaskan, bahwa 17 titik yang diusulkan sudah disurvei sebanyak 12 titik dan telah tervalidasi sebanyak 8 titik. Nantinya akan dilakukan survei ulang untuk 3 titik, termasuk juga untuk titik baru yang diusulkan.

“Ada 10 titik lagi yang kita usulkan, sebagian di Tambelan, termasuk di Pengudang kita usulkan ulang karena harus ada koordinasi ulang sebab lahannya masuk ke dalam HGU. Tidak berhenti di sini, masih ada beberapa titik lagi yang sedang kita data untuk semua kelengkapan administrasinya. Jadi masih ada kemungkinan penambahan usulan” jelas Fachrimsyah.

Bintan memang dikenal dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang luar biasa. Bahkan, sebagian hasil produksi perikanan Bintan telah mampu menembus pasar ekspor Asia hingga Eropa. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *