banner 728x90
Dr Ade Angga SIP MM Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau periode 2025-2030. F- ist

Profil Dr Ade Angga SIP MM Kader HmI di Era Reformasi Menakhodai Golkar Kepri

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Reformasi akibat krisis moneter tahun 1997-1998 menjadi tonggak sejarah runtuhnya rezim Orde Baru. Di saat elit politik meninggalkan Partai Golkar, Akbar Tandjung sesepuh HmI justru pasang badan. Setelah atau di penghujung aksi reformasi itu pula, lahir tokoh muda HmI. Namanya Ade Angga. Kini, DR Ade Angga SIP MM kader Himpunan mahasiswa Islam (HmI) di era reformasi tersebut menakhodai Partai Golkar Provinsi Kepri.

Ade Angga tidak dibesarkan dari lingkungan keluarga politikus. Dia tidak dikarbit menjadi seorang politikus oleh orangtuanya. Ade Angga awalnya tumbuh dan besar seperti remaja Kota Tanjungpinang lainnya. Stile anak band lebih melekat pada diri Ade Angga semasa duduk di bangku SMA Negeri 1 Kota Tanjungpinang.

Ade Angga dibesarkan di lingkungan keluarga biasa-biasa saja. Bahkan ibunya Mardiana Pasaribu adalah seorang penyiar senior Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang. Siapa yang tak kenal dengan ‘Mbak Dian’ di masa itu. Perubahan pada diri Ade Angga mulai terjadi ketika kuliah di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (Unri), Pekanbaru.

Awal kuliah tahun 1999, Ade Angga tertarik bergabung dengan Himpunan mahasiswa Islam (HmI). Baru saja menyelesaikan Latihan Kader 1 (LK 1) HmI di Pekanbaru, Ade Angga kelahiran Tanjungpinang 5 Oktober 1981 ini langsung berkecimpung pada pergerakan mahasiswa. Ade Angga turut berorasi dalam aksi ribuan mahasiswa, yang ingin mewujudkan tuntutan reformasi atau perubahan drastis di pemerintahan RI.

Ade Angga Kader HMI menjadi orator dalam pergerakan mahasiswa dalam mewujudkan tuntutan reformasi. F- ist

Imbas aksi Reformasi tahun 1998, pejabat negara dan elit politik beramai-ramai meninggalkan Partai Golkar. Saat Partai Golkar terseok, Akbar Tandjung sesepuh HmI justru pasang badan. Segala ‘tudingan pahit’ terhadap partai berlambang pohon beringin ini, ditelan oleh Akbar Tandjung.

Kepiawaian Akbar Tandjung saat itu pula yang membangkitkan Golkar bertahan sejak awal reformasi hingga sekarang. Tak terkecuali bagi Ade Angga yang banyak berdiskusi dengan senior HmI yang bercokol di kalangan politikus. Ade Angga semakin tertarik dengan HmI, sampai dia menyelesaikan Latihan Kader 2 (LK 2) di Pekanbaru, dan Senior Course HmI di Bengkulu.

Ade Angga banyak menghabiskan waktu di luar jam kuliah, di Sekretariat HmI Cabang Pekanbaru. Tepatnya di Jalan Paus. Setelah aksi reformasi 1998, pergerakan mahasiswa belum usai. Ade Angga bersama para kader HmI tetap melakukan pergerakan mahasiswa untuk melakukan perubahan. Baik di internal kampus, maupun di luar kampus (sosial).

Untuk internal kampus, Ade Angga terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri melalui pemilihan mahasiswa. Ade Angga juga pernah menjabat Ketua BEM Fisipol Unri. Ade Angga pun menjadi mentor di HmI Cabang Pekanbaru, untuk kegiatan latihan kader.

Sedangkan di luar kampus, Ade Angga bersama HmI dan mahasiswa se-Riau sering turun ke jalan untuk memperjuangkan hak rakyat. Sekaligus mengkritisi kebijakan pemerintahan yang belum sesuai dengan tuntutan reformasi. Nama Ade Angga menjadi salah satu aktivis kampus yang diincar bagi ‘antek-antek’ pihak tertentu. Maklum, pada masa itu, strategi ‘adu domba’ mahasiswa maupun kelompok para alumni mahasiswa sempat terjadi, untuk kepentingan sekelompok golongan.

Dr Ade Angga SIP MM. F- ist

Pergerakan mahasiswa di Pekanbaru tak berhenti. Mahasiswa terus turun ke jalan, untuk memperjuangkan kebijakan-kebijakan pemerintah di masa Orde Baru, yang merugikan rakyat. Bahkan beberapa perhotelan yang diduga tempat maksiat dan aset penguasa, jadi sasaran mahasiswa. Ade Angga juga bagian dari tokoh mahasiswa yang andil dalam aksi Riau Anti Maksiat (RIAM), kala itu. Ade Angga tak gentar menghadapi ancaman maupun intimidasi dari sekelompok pihak yang “menentang” pergerakan aksi RIAM tersebut.

Setelah menjalani masa kuliah tahun 2005, Ade Angga kembali ke kampung halaman. Namun, jiwa HmI dan pergerakan mahasiswa pada diri Ade Angga belum pudar. Ade Angga lebih banyak aktif melalui kelompok diskusi, sambil memperkuat ekonomi. Apalagi pada tahun 2005 itu, Kepri sedang menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung, usai Pileg 2004.

Pilkada tahun 2005, Ade Angga bergabung dalam tim Ansar Ahmad selaku Ketua Partai Golkar Provinsi Kepri. Bahkan dalam momen tertentu, Ade Angga mendampingi Ansar Ahmad selaku calon bupati melaksanakan kampanye di Kabupaten Bintan (semasa Kabupaten Kepri). Partai Golkar menjadi pilihan Ade Angga.

Selain sosok Ansar Ahmad (alumni Unri) yang memimpin Golkar Kepri, DPP Golkar saat itu (2004-2009) dipimpin oleh Jusuf Kalla, setelah Akbar Tandjung di awal Reformasi. Jusuf Kalla adalah kader Himpunan mahasiswa Islam (HmI), sama seperti Akbar Tandjung yang merupakan sesepuh HMI. Ade Angga pun menapak politik dengan dasar berorganisasi di HmI.

Setelah bergabung dengan Partai Golkar, Ade Angga bergumul di lembaga jasa konstruksi. Dia menjabat sebagai Ketua LPJK Provinsi Kepri tahun 2008. Perlahan tapi pasti, Ade Angga menjabat Ketua Golkar Tanjungpinang di bawah asuhan Ansar Ahmad. Pemilu Legislatif tahun 2015, Ade Angga terpilih sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang. Pada Pemilu tahun 2019, Ade Angga terpilih lagi dan menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang.

Dr Ade Angga SIP MM Ketua DPD Partai Golkar Kepri bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. F- ist

Ade Angga sempat mundur (PAW) dari Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, karena mengikuti pemilihan jabatan Wakil Wali Kota Tanjungpinang. Namun pada Pileg 2024 lalu, suami dari Yesi Perdeawati ini terpilih lagi dan menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang.

Selain di DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga juga dipercaya menjabat di DPD maupun organisasi sayap Partai Golkar. Dengan basic HMI, Ade Angga menjabat Wakil Ketua Bidang OKK DPD Partai Golkar Kepri. Ketua Depidar XXXII SOKSI Provinsi Kepri. Wakil Ketua Umum AMPG Provinsi Kepri. Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM DPD Partai Golkar Provinsi Kepri. Wasekum Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Provinsi Kepri. Dewan Penasehat Partai Golkar Cabang Istimewa Kuala Lumpur dan Brunei Darussalam, serta Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun.

Pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-V DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ade Angga maju sebagai calon ketua. Ade Angga secara sah terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2025-2030. Ade Angga terpilih secara aklamasi sebagai ketua dalam sidang pleno Musda Partai Golkar Kepri di Trans Convention Center (TCC) Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (21/4/2026) kemarin.

Selanjutnya, Ade Angga akan menakhodai DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama tokoh muda Roby Kurniawan selaku Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Kepri periode 2025-2030.

“Hari ini, Musda Partai Golkar digelar. Dan hasilnya, saya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kepulauan Riau. Saya mohon doa dan dukungan. Karena jadi nakhoda sebuah partai politik besar tidaklah mudah. Perlu kontribusi semua pihak agar jadi sebuah kekuatan yang membuat Golkar tetap dicintai,” kata Ade Angga yang menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Pajajaran Bandung ini.

Dr Ade Angga SIP MM mengibarkan pataka usai ditetapkan sebagai Ketua terpilih DPD I Partai Golkar Kepulauan Riau periode 2025-2030 melalui Musda di TCC Hotel Aston Tanjungpinang. F- ist

Meski menjalankan tugas sebagai pimpinan Partai Golkar, Ade Angga tetap menjabat Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Tanjungpinang. Demikian sekilas profil Dr Ade Angga SIP MM kader HMI di era reformasi yang menakhodai DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2025-2030 ini. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *