Bintan, suaraserumpun.com – Perusahaan Listrik Negara Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjunguban bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bintan memberi edukasi keselamatan kelistrikan dan penguatan karakter pendidikan pelajar melalui literasi informasi dan anti hoax. Kegiatan ditujukan bagi pelajar SMK Negeri 1 Bintan Utara (Binut) di Tanjunguban, Selasa (21/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pelajar SMKN 1 Bintan Utara diberikan pengetahuan tentang kekuatan arus pada jaringan distribusi hingga jaringan instalasi di rumah (pelanggan). Setiap jaringan tersebut berbeda tegangannya. Dari setiap tegangan, juga berbeda jarak aman induksi arus listrik. Seperti tegangan arus 20.000 voltase, jarak aman induksi berada dalam radius 3 meter. Selain itu, pelajar juga diberikan pengetahuan tentang bahaya arus listrik terhadap jiwa (setrum) maupun material (kebakaran).
Dari edukasi tersebut, pelajar diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan kelistrikan di lingkungan masyarakat. Pelajar juga diperkenalkan dengan aplikasi PLN mobile. Sehingga, pelajar bisa melapor kepada pihak PLN, jika terjadi sesuatu hal yang berkaitan dengan kelistrikan. Dalam hal ini, pelajar diberikan pemahaman agar tidak menyampaikan informasi hoax (hoaks) atau informasi bohong.
Selain keselamatan kelistrikan serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3), para pelajar juga diberikan edukasi tentang penguatan karakter pendidikan pelajar melalui literasi informasi dan anti hoax. Dalam hal ini, para pelajar diberikan pengetahuan mengenal informasi fakta atau benar, dan informasi bohong. Pelajar terlebih dahulu harus menganalisa atau menyaring informasi sebelum menyebarluaskan melalui akun media sosial.
Dalam hal ini, pelajar diberikan edukasi (pendidikan) membedakan antara informasi dan berita jurnalistik. Sehingga, dalam penyebarluasan berita, pelajar tidak melanggar Undang Undang ITE nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang Undang nomor 11/2028 tentang ITE. Jika menyebarluaskan informasi bohong, seseorang diancam pidana maksimal 12 tahun penjara.
Kepala Program Keahlian Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 1 Bintan Utara, R Yoga mengatakan, kegiatan edukasi dari PLN kali ini sangat relevan dengan jurusan yang dipimpinnya. Apalagi ada partisipasi PWI Bintan yang mengisi materi jurnalistik.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN Tanjunguban dan PWI Bintan yang melaksanakan kegiatan ini. Tidak hanya teknis kelistrikan, anak-anak kami juga diberikan materi jurnalistik dan tips menangkal informasi hoax,” katanya.
Manager PLN ULP Tanjunguban, Suherman Nainggolan mengatakan, pihaknya memberikan edukasi akan pentingnya keselamatan kelistrikan sehingga diharapkan menambah wawasan siswa. Dalam kegiatan ini, PLN Tanjunguban bekerja sama dengan PWI Bintan, dalam memberikan literasi informasi dan anti hoax.
“Kita harapkan anak-anak bisa memverifikasi berita valid dan tidak,” harapnya.
Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo membagikan tips agar terhindar berita bohong. Satu di antaranya dengan meningkatkan literasi, menyaring berita sebelum disebarkan dan memeriksa sumber berita.
“Sebelum membagikan informasi atau berita harus diverifikasi dahulu. Jangan langsung menyebarluaskan informasi yang belum pasti kebenarannya,” ujar Harjo Waluyo didampingi pengurus PWI Bintan lainnya.
Harjo meminta peran aktif orang tua agar mengawasi anak-anaknya mengakses media sosial sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Sekaligus bijak menggunakan media sosial.
“Kita sadari, di era sekarang, hampir semua pelajar menggunakan hape android dan memiliki akun medsos. Maka, bijaklah menggunakan media sosial itu, jika tidak ingin dipidana,” tegas Harjo Waluyo. (yen)
Editor: Sigik RS
