banner 728x90
Seorang turis mancanegara memainkan perahu jong permainan khas Negeri Serumpun Melayu di Pantai Lagoi Bay Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). F- dok/suaraserumpun.com

Mengenal Perahu Jong Permainan Rakyat Khas Negeri Serumpun Melayu

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – 691 perahu jong akan berlomba pada Karisma Event Nasional (KEN) 2026, ajang Bintan Jong Race Festival di pantai Lagoi Bay, kawasan Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Sabtu (4/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026) akhir pekan ini. Sebelum menyaksikan serunya perlombaan balap perahu tanpa awak dengan kekuatan angin tersebut, alangkah eloknya pengunjung mengenal perahu jong permainan rakyat khas negeri serumpun Melayu berikut ini.

Jong merupakan miniatur perahu layar tanpa awak. Masyarakat pesisir di negeri serumpun Melayu, memainkan jong ini dengan mengandalkan kekuatan angin. Permainan khas anak nelayan pesisir ini sudah ada sejak masa Kerajaan Johor Pahang Riau Lingga. Sehingga, permainan rakyat atau budaya negeri Serumpun ini masih kekal di Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan. Serta negeri di negara Singapura dan Malaysia.

Permainan Jong atau Perahu Jong ini terlahir karena para nelayan pada masa lampau sedang bingung, tatkala musim angin utara. Sebab, saat itu nelayan dan anak-anak nelayan di pesisir pantai tak bisa melaut (menangkap ikan) akibat ombak tinggi dan angin kencang. Untuk menyatu bersama alam, para nelayan memainkan Jong di laut hingga pesisir pantai.

Nah, Jong terbuat dari kayu pulai atau metangoh. Karena, jenis kayu ini lebih ringan dan mudah dibentuk dibandingkan jenis kayu lainnya. Agar perahu bisa meluncur lebih kencang di permukaan air dan lihai bersama angin, Jong ini dibuat tanpa paku. Lebih banyak dibuat dengan simpul tali dan pemasak dari kayu berukuran kecil. Ukurannya bervariasi. Ada yang berukuran 50 sentimeter untuk ukuran kecil. Sedangkan berukuran sedang atau besar bisa berukuran 2 meter.

Perahu jong mempunyai delapan bagian yang berperan penting. Antara lain Saok Jong yaitu haluan berukuran panjang yang berfungsi untuk pembelah gelombang air yang dilalui perahu. Kemudian, ada bagian Badan Jong yang berfungsi untuk dudukan layar dan gandar kater.

Selain itu ada bagian Rumah Kater, yang berfungsi sebagai titik tumpu gandar kater agar perahu tidak karam. Pada bagian belakang ada Tutup Jong, yang berfungsi sebagai penutup dari yang berusaha masuk ke lambung perahu. Selain itu, ada bagian Boom Jeep, yaitu pengikat jeep dari posisi ujung hingga 2/3 layar.

Pada bagian lain ada gandar dan anak kater, yaitu bagian menyerupai perahu kecil yang berfungsi sebagai penyeimbang perahu induk (jong). Sedangkan bagian Jeep, yaitu teman dari layar utama yang berada di posisi depan dan berfungsi sebagai penampung angin di bagian depan jong. Dan bagian terakhir yaitu Layar Jong. Layar ini berfungsi sebagai penahan angin yang menggerakan perahu untuk meluncur sesuai arah.

Pada masa dulu, dalam perlombaan Jong tak hanya mengandalkan bagian-bagian penting perahu seperti layar tersebut, agar jong meluncur lebih kencang. Tapi, disertai dengan kekuatan supranatural oleh si pemilik jong. Tak heran, ketika akan berlomba, sebagian pemilik jong akan menjalani sedikit ritual dan doa, untuk mengumpulkan kekuatan angin ke perahu jong miliknya.

Nah, untuk menyaksikan budaya dan balapan jong tersebut, jangan lupa saksikan Bintan Jong Race Festival 2026 selama dua hari, akhir pekan ini. Jong Race Festival 2026 yang sudah masuk dalam kalender Karisma Event Nasional (KEN) ini akan dihelat di pantai Lagoi Bay, kawasan wisata Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Jumlah peserta yang akan mengikuti Bintan Jong Race Festival 2026 ini terdaftar 691 unit perahu jong (tanpa awak). Jumlah tersebut berasal dari 45 komunitas atau kelompok permainan jong. Peserta yang akan berlomba dari 691 perahu jong tradisional tersebut sebanyak 318 orang.

Anggota komunitas Perahu Jong mengikuti lomba Bintan Jong Race Festival di Pantai Lagoi Bay, Bintan Resorts, Bintan, Kepri. F- disbudpar bintan

45 komunitas atau kelompok permainan jong tersebut terdiri dari 4 komunitas dari Malaysia, 1 kelompok atau komunitas berasal dari Singapura. Kemudian, ada 14 kelompok dari Tanjungpinang. 13 komunitas dari Kota Batam, 9 kelompok dari Tanjung Balai Karimun. Serta 4 kelompok dari Kabupaten Bintan.

“Kalau sudah mengenal Jong permainan rakyat khas negeri Serumpun Melayu ini, tunggu apa lagi. Saksikan Bintan Jong Race Festival 2026 di pantai Lagoi Bay, Bintan Resorts, Kabupaten Bintan pada hari Sabtu (4/4/2026) dan Minggu (5/4/2026) akhir pekan ini,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Bintan Arief Sumarsono, Kamis (2/4/2026). (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *