banner 728x90
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksikan arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 hijriah tahun 2026 ini terjadi dua kali. F- humas polri

Kapolri Memprediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Dua Kali, Warga Kepri Mengeluhkan Angkutan Lebaran 2026

Komentar
X
Bagikan

Jakarta, suaraserumpun.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksikan, puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah tahun 2026 ini, akan terjadi dua kali pada Maret ini. Sementara, warga Kepulauan Riau mengeluhkan ketersediaan armada angkutan lebaran serta kenaikan harga tiket pesawat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, prediksi itu didapati berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan jajaran Ditlantas bersama Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.

“Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret,” kata Kapolri dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026) kemarin.

Kapolri menyebutkan, setelah periode arus balik pertama, nantinya pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret 2026. Sehingga diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik kedua, pada 18 dan 19 Maret.

Lebih lanjut, Sigit juga mewanti-wanti seluruh jajaran agar dapat menyiapkan pengaturan penyeberangan ke wilayah Bali, lantaran peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah.

“Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali, karena menghormati Hari Raya Nyepi,” ucap Sigit.

Di sisi lain, Sigit mengatakan untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret.

“Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret. Dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan,” tutup Sigit.

Warga Kepri Mengeluhkan Angkutan Lebaran
Untuk di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ketersediaan armada angkutan lebaran pada arus mudik, menjadi keluhan bagi masyarakat. Soalnya, pada awal Ramadan 1447 hijriah atau pertengahan Februari 2026 lalu, penjualan tiket pesawat keluar Kepri, sudah habis. Terutama untuk keberangkat dari Kepri keluar daerah pada tanggal puncak arus mudik, terhitung sejak 14 Maret sampai dengan tanggal 21 Maret 2026.

“Sebelum Ramadan saja, itu tiket pesawat rute Batam ke Padang, rute Batam ke Kualanamu Deli Serdang, serta dari Batam ke Pekanbaru, semua tiket sudah habis terjual. Khususnya untuk keberangkatan sejak Sabtu tanggal 14 Maret sampai Sabtu tanggal 21 Maret,” ujar Alex pelaku usaha perjalanan wisata di Bintan.

“Warga Kepri yang ingin mudik, sudah mengeluh sejak awal Ramadan lalu. Tapi, Gubernur Kepri maupun pejabat Dishub sekarang, cuek bebek saja. Tak ada merespon keluhan warga Kepri untuk ketersediaan armada angkutan lebaran tahun ini,” sambungnya.

Untuk saat ini, jelas Alex yang ingin mudik ke Tapanuli Selatan (Sumut), untuk mudik ke Sumatera saja, harus membeli tiket pesawat yang transit via Singapura atau via Malaysia.

“Mau tahu harga tiket dari Batam menuju Padang atau Pekanbaru lewat transit Malaysia itu? Ada yang dijual biro travel mencapai Rp2,5 juta untuk seorang penumpang. Lama perjalanannya, bisa mencapai 11 sampai 20 jam, karena lama transitnya,” sebut Alex.

“Apalagi naik pesawat Garuda Indonesia, harga tiket bisa menembus Rp7 juta per satu orang penumpang. Tak ada yang peduli soal ini. Gubernur dan pejabat Dishub Kepri sekarang, cuek menghadapi persoalan angkutan lebaran. Padahal hari biasanya, Batam ke Pekanbaru saja Rp690 ribu,” tambahnya.

Alex mengungkapkan, Pemprov Kepri saat ini berbeda dibandingkan masa kepemimpinan Almarhum Muhammad Sani ketika menjabat gubernur. Semasa HM Sani menjabat Gubernur Kepri, semua manajer maskapai penerbangan di Kepri, serta pengusaha kapal feri dikumpulkan sejak awal Ramadan, untuk menghadapi arus mudik. Setiap maskapai penerbangan harus menambah armada dan jadwal penerbangan.

Dengan extra flight (penambahan penerbangan), lanjutnya, arus mudik dengan transportasi udara berjalan lancar. Harga tiket pesawat pun tidak ada yang naik, atau dikembalikan ke harga normal. Tapi, tetap menggunakan harga hari biasa yang sudah diberi diskon.

“Dulu zaman Pak Sani jabat Gubernur Kepri, dari Batam ke Kualanamu, harga tiket pesawat cuma Rp500 ribu. Kalau dari Batam ke Pekanbaru, bisa Rp490 ribu. Armada pesawat cukup, jadwal ditambah. Gubernur Kepri sekarang, sama Kadishub Kepri sekarang, cuek soal ketersediaan armada angkutan lebaran ini,” ucapnya.

Harga tiket pesawat rute Batam ke Pekanbaru via transit, naik empat kali lipat menjelang arus mudik lebaran Idulfitri 1447 hijriah. F- alex

Begitu juga dengan pengusaha kapal feri, tambah Alex, di masa Gubernur Kepri HM Sani, semua pengusaha dipanggil agar menyediakan armada yang layak berlayar, serta ditambah jumlahnya. Sehingga, tidak ada warga Kepri yang terlantar ketika ingin mudik hingga arus balik lebaran. Baik transportasi laut antarprovinsi, maupun antarpulau di dalam wilayah Kepri.

“Kalau Gubernur Kepri sekarang sama pejabat-pejabat pemerintah terkait, sibuk memantau pelabuhan dan bandara saat arus mudik sampai arus balik. Persoalan armada transportasi kurang, harga tiket melonjak tajam, sampai dengan keluhan warga yang tak dapat tiket, tak ada solusi dari pemimpin negeri sekarang ini,” tutup Alex.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Junaidi saat dimintai keterangan, sampai saat berita ini diterbitkan, belum memberikan keterangan resmi. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *