Pekanbaru, suaraserumpun.com – Wakil Bupati (Wabup) Bintan Deby Maryanti bersama mantan Bupati Bintan Apri Sujadi turut menjenguk Faradilla Ayu Pramesti (23) mahasiswi UIN Suska Pekanbaru korban penganiayaan oleh Mufazzar (21), akibat cinta ditolak, Jumat (27/2/2026). Hal ini sebagai bentuk simpati dan dukungan moril Deby Maryanti dan Apri Sujadi terhadap korban dan keluarga.
Tindakan penganiayaan (pembacokan) yang dilakukan oleh Mufazzar mahasiswa UIN Suska terhadap Faradilla diduga akibat sakit hati. Mufazzar membacok Faradilla karena cinta ditolak. Peristiwa tersebut terjadi di kampus UIN Suska Pekanbaru, ketika Faradilla sedang menunggu jam atau jadwal sidang akhir (skripsi).
“Kita turut prihatin atas kejadian ini. Makanya, kita jenguk. Kebetulan kami sedang berada di Pekanbaru,” kata Apri Sujadi saat menghubungi redaksi suaraserumpun.com, Jumat (27/2/2026) malam.
Kehadiran Wabup Bintan Deby Maryanti bersama Apri Sujadi disambut haru oleh pihak keluarga yang setia mendampingi Faradilla, selama masa pemulihan di rumah sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Apri Sujadi menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa mahasiswi tingkat akhir tersebut. Ia berharap Faradilla diberikan kekuatan dan kesembuhan agar dapat segera menyelesaikan studinya.
”Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa ananda Faradilla. Kehadiran kami di sini sepenuhnya untuk memberikan semangat dan doa agar proses pemulihannya berjalan lancar,” ujar Apri Sujadi.
Senada dengan suaminya, Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti juga memberikan penguatan kepada orang tua korban agar tetap tabah menghadapi cobaan ini. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan pendidikan.
Selain memberikan dukungan kesembuhan, Apri Sujadi juga menaruh harapan besar pada proses hukum yang sedang berjalan di Polresta Pekanbaru. Ia mendukung langkah kepolisian dalam mengusut tuntas motif dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku, Raihan Mufazzar (21).
“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib,” ucap Apri Sujadi.
“Namun yang terpenting saat ini adalah kondisi psikis dan fisik korban harus menjadi prioritas utama untuk segera pulih,” tambahnya.
Faradilla Ayu Pramesti sebelumnya menjadi korban pembacokan secara membabi buta oleh pelaku pada saat dirinya menunggu jam sidang skripsi di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Saat ini, kondisi korban dilaporkan mulai stabil namun masih memerlukan perawatan intensif serta pendampingan trauma healing akibat luka fisik dan trauma yang dialaminya.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Apri Sujadi dan Deby Maryanti, yang dinilai sangat membantu menguatkan mental korban di masa sulit ini.
“Terima kasih atas kepedulian Pak Apri Sujadi bersama istrinya Deby Maryanti,” ucap keluarga Faradilla. (yu)
Editor: Sigik RS
