banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Direktur RSJKO EHD Asep Guntur menggunting pita di sela peresmian tujuh gedung baru RSJKO di Busung, SKL, Bintan, Jumat (13/2/2026). F- yen/suaraserumpun.com

Gubernur Kepri Meresmikan Gedung Baru RSJKO, Bisa Menampung 220 ODGJ, Dilengkapi Peralatan Medis Canggih

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad meresmikan tujuh gedung baru Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat ( RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) di Busung, Kecamatan Seri Koala Lobam, Jumat (13/2/2026) pagi. Kini, RSJKO EHD bisa menampung 220 orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Tujuh gedung baru RSJKO ini dilengkap dengan sarana dan prasarana atau peralatan medis canggih, untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat umum maupun pasien ODGJ. Tujuh gedung baru RSJKO yang diresmikan tersebut adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung penunjang, gedung rawat inap anak remaja, gedung lansia, gedung rehab psikososial, dan gedung perawatan komorbid.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan, pembangunan tujuh gedung baru di RSJKO Engku Haji Daud menghabiskan anggaran sebesar Rp54 miliar yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat.

“Harapan kita ya rumah sakit kita terus naik kelas dari sisi kualifikasi pelayanan yang baik. Jadi masyarakat tidak perlu lagi pergi berobat jauh-jauh ke Jakarta, kemana lagi. Karena di daerah sudah tersedia,” ungkap Ansar Ahmad.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar Ahmad, akan membantu menyediakan operasionalnya dan mendorong agar SDM di bidang kesehatan di Kepri terus berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan.

“Target kita ke depan makanya melalui dana pinjaman kita tahun ini sekitar RP 170 miliar untuk pembangunan dukungan fisik termasuklah gedung poli di Rumah Sakit Ahmad Tabib,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ansar Ahmad berencana kan merasionalisasi SDM di layanan kesehatan khususnya P3K. Hal ini dilakukan agar layanan kesehatan tidak penuh dengan pegawai P3K.

Direktur RSJKO EHD Kepri dr Asep Guntur Sapari mengatakan bahwa tujuh gedung yang dioperasikan merupakan pembangunan gedung tahap kedua RSJKO EHD dengan alokasi anggaran sekitar Rp54,3 miliar.

Sebelumnya pembangunan tahap pertama yakni gedung rawat inap jiwa dan perkantoran rumah sakit khusus jiwa dan ketergantungan obat dibangun pada 2023 dengan alokasi anggaran sekitar Rp21,1 miliar.

Selain pembangunan tujuh gedung yang selesai tahun 2025, RSJKO EHD juga dilengkapi peralatan medis canggih seperti heart rate vabriability (HRV).

Asep menjelaskan peralatan medis tersebut berfungsi untuk mendeteksi dan memberikan informasi terkait kesehatan mental, antara lain kondisi fisik dan mental stress dari tubuh individu dan indikasi masalah cardiocirculatory.

Dengan kapasitas tampung sekitar 220 pasien jiwa, ia menyatakan bahwa RSJKO EHD Provinsi Kepri siap memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik bagi masyarakat Kepri karena dilengkapi juga tenaga medis seperti dokter spesialis kesehatan jiwa dan dokter sub spesialis.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr Sunarto mengapresiasi anggaran dana alokasi khusus digunakan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, ke depan semua rumah sakit akan menjadi rumah sakit umum akan tapi dengan keunggulan.

“Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit umum keunggulan jiwa dan ketergantungan obat. Kita berharap sarana dan prasarana yang dibangun dapat digunakan dengan baik,” ucapnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *