Jakarta, suaraserumpun.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan menemui Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam kunjungan kerja ke Kantor BGN, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Natuna menyampaikan tentang program percepatan penguatan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai daerah perbatasan antarnegara. Natuna pun menjadi prioritas pemenuhan gizi nasional tahun 2026.
Usai pertemuan dengan Kepala BGN, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan, pertemuan tersebut membahas percepatan pelaksanaan program penguatan gizi bagi masyarakat Natuna.
“Khususnya untuk anak-anak dan kelompok rentan di Natuna. Seiring tantangan geografis wilayah kepulauan yang masuk kategori terluar Indonesia,” ujar Cen Sui Lan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan, pembangunan di Natuna tidak hanya berbicara soal menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga memastikan terpenuhinya hak dasar masyarakat, terutama dalam aspek pangan dan gizi.
“Natuna bukan hanya soal kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan pangan dan gizi. Kami ingin memastikan setiap anak di Natuna dapat tumbuh sehat dengan asupan gizi yang terjamin melalui sinergi yang kuat dengan Badan Gizi Nasional,” kata Cen Sui Lan.
Menurutnya, dukungan program gizi dari pemerintah pusat sangat krusial untuk menjawab tantangan wilayah kepulauan, mulai dari keterbatasan akses distribusi hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat perbatasan.
Pertemuan tersebut juga menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan program nasional dengan kebutuhan riil masyarakat Natuna. Sinkronisasi kebijakan dinilai penting agar intervensi gizi yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pada kesempatan lain, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengapresiasi atas inisiatif dan proaktifnya Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperjuangkan program pemenuhan gizi di daerah perbatasan.
“Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) seperti Natuna memang menjadi prioritas dalam peta jalan pemenuhan gizi nasional tahun 2026. Wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, Natuna menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam kebijakan dan program gizi nasional,” tegas Dadan Kepala BGN.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional, diharapkan program peningkatan gizi masyarakat Natuna dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi perbatasan yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (yen)
Editor: Sigik RS
