Bintan, suaraserumpun.com – Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah menetapkan sepuluh top Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026 dan 115 Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026. Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau dan Jong Race Festival di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masuk KEN 2026 Kemenpar RI tersebut.
Festival Pacu Jalur adalah tradisi balap (pacu) perahu dayung panjang khas dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Panjang satu jalur rata-rata mencapai 35 meter. Sedangkan jumlah pendayung minimal 50 orang dan maksimal 70 orang. Pacu jalur ini digelar setiap tahun, pada bulan Agustus. Pacu jalur ini dilaksanakan di aliran Sungai Batang Kuantan (Sungai Kuantan). Sebelum festival pacu jalur tingkat nasional pada Agustus, digelar festival pacu jalur di tingkat rayon (kecamatan).
Pada event besar (nasional), Festival Pacu Jalur digelar di gelanggang Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Teluk Kuantan atau yang juga bisa disebut Taluk Kuantan ini merupakan Ibu Kota Kabupaten Kuantan Singingi. Pacu Jalur merupakan warisan budaya berusia lebih dari seabad ini telah bertransformasi menjadi festival internasional. Pacu jalur memadukan olahraga, nilai gotong royong, budaya (tradisi) dan pariwisata. Festival Pacu Jalur ini bisa menarik puluhan ribu orang pengunjung.
Tahun 2025 lalu, Pacu Jalur di Kuansing mendunia dengan dikenal Aura Farming. Yaitu, viralnya tarian energik anak-anak penari perahu yang berada di haluan. Biasanya disebut tarian “togak luan” yang diperankan oleh anak coki atau tukang tari. Sekarang, Festival Pacu Jalur di Kuansing masuk Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026 oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Jong Race Festival di Bintan
Tak hanya tradisi Pacu Jalur di Kuansing. Jong Race Festival di Kabupaten Bintan pun masuk Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026 oleh Kemenpar RI. Jong merupakan permainan rakyat Kepulauan Riau. Jong ini adalah perahu layar yang dimainkan tanpa awak. Awalnya, jong merupakan permainan rakyat di Kepulauan Riau (Kepri) ini dari budaya Tionghoa saat memberikan sesaji ke tengah laut dengan perahu kecil. Di dalam sesaji tersebut terdapat kue bernama jong.
Kemudian, oleh orang Melayu, hal tersebut menjadi permainan rakyat yang menyenangkan. Karena unik, lama kelamaan, warga di Kepri pun menggelar ajang perlombaan. Namanya festival jong. Dan menariknya adalah cara memainkan perahu jong ini.
Ada beberapa berukuran perahu jong. Mulai dari yang kecil, sedang hingga besar. Untuk ukuran besar, panjang perahu masih di bawah 2 meter. Tinggi layarnya tak melebihi 2 meter. Kalau ukuran yang kecil, panjang perahu berkisar 50 sentimeter. Tinggi layar pun disesuaikan dengan keseimbangan tertentu.
Perahu jong, permainan rakyat yang mengandalkan kekuatan angin. Selain layar, jong memiliki bagian penting lainnya. Seperti bodi (perahu utama) yang berfungsi sebagai dudukan layar dan gandar kater. Selain itu, ada namanya saok jong, yang berfungsi untuk membelah gelombang atau permukaan air. Kemudian, rumah kater sebagai titik tumpu gandar kater. Bagian ini sebagai penyeimbang, agar perahu jong tidak karam saat bergerak cepat dengan kekuatan angin.
Kalau bicara kecepatan jong, tak hanya dipengaruhi kekuatan tiupan angin. Tapi di masa lampau, pemilik jong memiliki kekuatan supra natural (magic), yang bisa mendatangkan kekuatan angin khusus tertuju kepada jong miliknya.
“Justru itu, permainan perahu jong sangat menarik perhatian bagi masyarakat di Kepri. Termasuk di Kabupaten Bintan dan kabupaten/kota lainnya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Tahun lalu, banyak dihadiri para turis asing, saat digelar Jong Race Festival di kawasan Bintan Resorts. Sejalan dengan event Bintan Regatta. Tahun 2026 ini, Jong Race Festival di Bintan masuk KEN 2026 oleh Kemenpar RI. Event Jong Race Festival ini didigelar tanggal 3 sampai 4 April 2026,” kata Arief Sumarsono Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan, Sabtu (24/1/2026).
“Di Kepri, selain Jong Race Festival, event Kenduri Seni Melayu di Kota Batam juga masuk KEN 2026 oleh Kemenpar RI,” tutup Arief Sumarsono.

Di Kabupaten Bintan, permainan rakyat perahu jong tak hanya digeluguti individu. Tapi, sudah ada komunitas pecinta dan pelestari budaya perahu jong. Seperti di Teluk Bakau, sudah ada komunitas perahu jong Sekapur Sirih Bintan, dan Tunas Muda.
Perahu jong permainan rakyat Kepulauan Riau, khususnya dari Kabupaten Bintan jangan dianggap sepele. Perahu jong milik komunitas Sekapur Sirih Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan ternyata sudah sampai ke negara Perancis.
Zainuddin Ketua komunitas pecinta perahu jong Sekapur Sirih asal Desa Teluk Bakau mengatakan, melestarikan jong, sama dengan melestarikan budaya nenek moyang. Bahkan, beberapa pecinta dan perajin perahu jong, bisa menghasilkan uang.
“Sewaktu kita di Bintan adakan kejuaraan, itu biasanya ada turis. Biasanya, para turis itu akan membeli jong yang juara. Seperti jong punya saya, sudah beberapa orang turis dari Perancis yang membelinya. Mereka beli jong kami, terus mereka bawa ke negara Perancis saja. Hampir 20-an perahu jong kami, yang sudah sampai ke Perancis itu,” sebut Udin menjawab suaraserumpun.com, belum lama ini. (yen)
Editor: Sigik RS
