Bintan, suaraserumpun.com – Pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kabupaten Bintan mencapai Rp25 miliar, selama tahun anggaran 2025 lalu. Sekda Bintan Ronny Kartika menyatakan, subsidi APBD untuk BLUD RSUD Bintan dikurangi pada tahun anggaran 2026 ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika memimpin rapat evaluasi kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kabupaten Bintan, Rabu (31/12/2025). Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan di RSUD Kabupaten Bintan, Kijang, Bintan Timur.
Rapat evaluasi tersebut bertujuan untuk menilai kinerja pengelolaan BLUD RSUD Kabupaten Bintan selama tahun anggaran 2025. Mengevaluasi capaian pelayanan, aspek keuangan, serta sumber daya manusia. Sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada tahun anggaran 2026.
Sekda Bintan Ronny Kartika menegaskan, pengelolaan BLUD RSUD harus senantiasa berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Tanpa mengesampingkan prinsip efisiensi dan akuntabilitas keuangan. Menurutnya, RSUD sebagai salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan dituntut memiliki kinerja yang efektif, transparan, dan akuntabel. Serta tetap mengedepankan mutu layanan kepada masyarakat.
Ronny Kartika menyebutkan, ada empat elemen penting yang menjadi prioritas pemerintah daerah terhadap BLUD RSUD Bintan ke depan. Yaitu infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan dasar. Dalam hal ini, RSUD Kabupaten Bintan memegang peranan strategis sebagai penyedia layanan kesehatan bagi masyarakat.
“RSUD Bintan menjadi bagian penting dari empat elemen tersebut. Pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan merupakan hak yang wajib diterima seluruh masyarakat Bintan. Baik yang terdata dalam BPJS maupun yang belum. RSUD tidak boleh menolak pasien yang datang,” tegasnya.
Sekda Bintan berharap agar hasil evaluasi ini tidak hanya menjadi bahan laporan semata. Tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui perbaikan sistem kerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Serta penguatan koordinasi antarunit kerja. Dengan sinergi yang baik antara manajemen RSUD dan pemerintah daerah. Diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bintan semakin optimal, merata, dan berkelanjutan.
Pendapatan BLUD RSUD Bintan
Dari hasil evaluasi anggaran, kata Ronny Kartika, BLUD RSUD Bintan mengalami surplus pada tahun 2025. Pendapatan BLUD RSUD Bintan mencapai Rp25 miliar, di tahun 2025 lalu. Pada tahun anggaran 2025 lalu, Pemkab Bintan memberikan subsidi kepada RSUD Bintan sekitar Rp9 miliar.
“Pendapat BLUD RSUD Bintan di 2025 itu mencapai Rp25 miliar. Saat itu, subsidi dari APBD Rp9 miliar. Tahun 2026, subsidi APBD untuk BLUD RSUD Bintan itu dikurangi. Dari Rp9 miliar, menjadi sekitar Rp5 miliar di 2026,” sebut Ronny Kartika menjawab suaraserumpun.com, Kamis (1/1/2026).
Ronny Kartika mengatakan, meski pendapatan BLUD RSUD mencapai Rp25 miliar pada tahun 2025, anggaran itu tidak masuk ke PAD. Tetap dikelola oleh BLUD RSUD Bintan. Karena, RSUD Bintan masih memerlukan anggaran cukup besar untuk mengontrak (kontrak) beberapa dokter spesialis dari luar Bintan.
“Seperti dokter anestesi, dokter jantung, dokter bidang radiologi dan beberapa dokter bagian dalam, itu masuk kita kontrak dari luar. Kontrak setahun para dokter spesialis itu, dibayar oleh BLUD RSUD Bintan. Bukan dari APBD. Anggaran untuk bayar kontrak dokter spesialis, itu dari pendapatan BLUD RSUD tadi. Kalau infrastruktur RSUD Bintan, banyak dari anggaran Kemenkes RI,” jelas Ronny Kartika.
“Tapi, kita sudah melihat BLUD RSUD Bintan ini memiliki pendapatan yang cukup besar. Makanya, subsidi APBD untuk biaya operasional, secara bertahap kita kurangi. Dari Rp9 miliar di tahun 2025, kita beri subsidi Rp5 miliar di tahun 2026 ini. Sampai nantinya, BLUD RSUD Bintan itu mandiri. Tanpa disubsidi APBD lagi,” sambungnya.
Direktur RSUD Kabupaten Bintan dr Toni Masruri menyampaikan, rapat evaluasi ini menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan internal, penguatan manajemen. Serta peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan rumah sakit. Evaluasi menyeluruh tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program kerja serta pengelolaan BLUD ke depan.
Melalui pelaksanaan rapat evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Bintan berharap RSUD Kabupaten Bintan semakin profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada seluruh lapisan masyarakat. (yen)
Editor: Sigik RS
