banner 728x90
Cen Sui Lan Bupati Batuna bak menjadi pedagang saat melayani warga yang membeli sembako murah di pasar murah Kecamatan Subi, Natuna, Sabtu (29/11/2025). F- ist

Bupati Natuna bak Jadi Pedagang Sembako Murah Saat Kunker ke Subi

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke beberapa pulau, sepekan kemarin. Sabtu (29/11/2025), Cen Sui Lan tiba di Pulau Subi. Di sini, Cen Sui Lan bak (bagaikan) menjadi pedagang sembako murah. Saat itu, Bupati Natuna membantu panitia Pasar Murah bagi masyarakat pembeli.

Sabtu (29/11/2025) siang, angin laut Subi bertiup sejuk. Di halaman Gedung Pertemuan Kecamatan Subi, ratusan warga sudah berkumpul. Ada yang datang sambil menggandeng anak. Beberapa ibu rumah tangga membawa tas belanja. Dan ada pula sejumlah lansia duduk di kursi yang disediakan panitia. Mereka menunggu sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat. Yaitu, sosok Cen Sui Lan sang Bupati Natuna.

Ketika rombongan Bupati Natuna tiba, warga menyambutan dengan hangat. Warga berdiri, melambaikan tangan, sebagian mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Cen Sui Lan tidak berjalan cepat. Ia melangkah pelan. Berhenti setiap beberapa meter untuk menyapa, menyalami, dan mendengar keluhan warga.

“Terima kasih sudah datang ke Subi, Bu,” ucap seorang ibu sambil menggenggam tangan Cen Sui Lan.

Cen Sui Lan membalas dengan senyum lembut.

“Warga di sini harus merasakan perhatian yang sama,” ucapnya.

Kedatangan Bupati Natuna itu bukan sekadar seremonial. Dalam rangkaian kunjungannya ke kecamatan-kecamatan kepulauan Midai, Serasan, Pulau Panjang hingga Subi Cen membawa satu misi yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat. Antara lain membuka pasar murah. Di pasar murah ini, bahan pangan atau sembako dijual dengan harga murah.

Bukan rahasia bahwa harga sembako di pulau-pulau luar sering naik karena distribusi yang sulit. Dalam kondusi ini, Pemkab Natuna hadir membawa solusi. Di pasar murah ini, tepung terigu dijual seharga Rp 11 ribu per kilogram. Gula pasir seharga Rp 12 ribu per kilogram, minyak goreng Rp15 ribu per liter. Sedangkan telur ayam dijual panitia pasar murah seharga Rp52 ribu per papan.

Ketika pasar murah dibuka, warga Subi menyerbu dengan tertib. Cen Sui Lan tidak hanya melihat dari jauh. Dia turun langsung membantu panitia. Mulai mengangkat paket sembako, membagikan paket sembako murah kepada pembeli bak seorang pedagang. Bahkan menenangkan seorang ibu yang khawatir kehabisan beras dan telur.

“Jangan takut. Kita pastikan semua dapat bagian,” kata Bupati Natuna tersebut sambil memegang bahu sang ibu.

Raut tenang Cen Sui Lan membuat warga semakin yakin, bahwa mereka tidak sedang dilayani oleh pejabat tinggi yang eksklusif. Melainkan oleh seorang pemimpin yang menganggap rakyat sebagai bagian dari dirinya.

Pada momen tersebut, Cen Sui Lan juga langsung melayani warga yang membeli sembako murah. Cen Sui Lan dengan cekatan melayani pembelian, hingga pengembalian sisa uang masyarakat membeli sembako. Siang itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan seperti menjadi seorang pedagang yang melayani warga.

Jarmin Sidik Wakil Bupati Natuna yang mendampingi Bupati Natuna sepanjang kegiatan mengatakan, bahwa momen seperti ini jarang terjadi.

“Warga merasa diperhatikan. Kehadiran Ibu Bupati (Cen Sui Lan) bukan sekadar acara. Tapi menjadi penguat di tengah tantangan hidup masyarakat Subi,” ujar Jarmin Sidik.

Kegiatan pasar murah itu berlangsung hingga matahari turun perlahan ke ufuk barat. Namun suasananya tetap hangat bukan hanya karena harga sembako yang murah. Melainkan karena sentuhan humanis yang dibawa Cen Sui Lan senyum yang tulus. Dan telapak tangannya yang selalu siap digenggam warga. Bahkan telinga yang sabar mendengarkan cerita rakyat Subi.

Bagi sebagian warga, mungkin pasar murah hanya soal belanja hemat. Tapi, kehadiran Bupati Natuna Cen Sui Lan adalah tanda bahwa mereka tidak sendirian di pulau jauh ini. Pemerintah benar-benar menyeberang laut, gelombang, dan pulau demi memastikan semua orang merasakan kehadiran negara.

Siang itu, Subi bukan hanya kedatangan bupati. Subi kedatangan harapan. Dan harapan itu datang dengan senyum Bupati Natuna Cen Sui Lan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *