Bintan, suaraserumpun.com – Bupati Bintan Roby Kurniawan menetapkan Pengudang’s Seafood Festival menjadi event internasional tahunan. Tahun 2026 mendatang, diharapkan jumlah kunjungan turis asing menyaksikan Pengudang’s Seafood Festival semakin ramai. Di event pariwisata ini, ada pesta rakyat makan menu seafood tumpah hingga fashion show nelayan.
Pengudang’s Seafood Festival ke-8 tahun 2025 digelar di Pantai Batumpang, Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Sabtu (29/11/2025) sampai dengan Minggu (30/11/2025) besok. Pengudang’s Seafood Festival ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan.
Dalam kegiatan Pengudang’s Seafood Festival ini, panitia penyelenggara menampilkan drama kehidupan nelayan. Serta penampilan drama upaya anak nelayan di pesisir Desa Pengudang menjaga konservasi laut, dengan dialog Bahasa Inggris. Pembukaan Pengudang’s Seafood Festival ke-8 tahun 2025 ini disaksikan beberapa orang turis mancanegara.
Usai pembukaan, dilanjutkan dengan pesta rakyat. Yaitu menyantap menu khas nelayan berupa seafood tumpah. Menu seafood tumpah ini menyajikan pelbagai jenis makanan laut. Menu seafood tumpah tersebut dihidangkan di atas meja panjang berukuran 5×1,5 meter. Menu seafood tumpah ini dihidangkan oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan, dan disantap bersama masyarakat.
Selain menikmati hidangan seafood tumpah, Pengudang’s Seafood Festival ke-8 tahun 2025 ini juga memperlombakan masakan laut. Panitia juga menampilkan bazar produk UMKM Desa Pengudang, permain rakyat seperti egrang, lomba inovasi dan kreasi desa, panggung seni tari, hingga fashion show busana nelayan.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh panitia beserta masyarakat atas terlaksananya Pengudang’s Seafood Festival tahun 2025 ini. Event yang semula diinisiasi masyarakat, kini sudah luar biasa. Event ini memperkenalkan produk maupun hasil olahan seafood yang berasal dari Desa Pengudang.
“Sekarang, event ini bukan hanya tingkat desa lagi, sudah kelas internasional. Tahun lalu sudah ada beberapa wisatawan mancanegara yang hadir di event ini. Nah, ada peluang besar yang harus kita tangkap dan kita kembangkan lewat event yang luar biasa ini. Event ini kita jadikan event internasional tahunan,” ujar Roby Kurniawan.

Untuk menjadikan Pengudang’s Seafood Festival sebagai event internasional tahunan, Bupati Bintan berharap ada kolaborasi dan sinergi antara masyarakat dan pemerintah Desa Pengudang dengan pihak perhotelan dan resort maupun pemerintah.
“Bisa saja tahun depan, kegiatan sport tourism internasional seperti Mandiri Bintan Marathon, kita gelar di Pengudang. Dalam rentang waktu pendek, digelar Pengudang’s Seafood Festival ini. Jadi, turis, ramai dan banyak ke Desa Pengudang,” jelas Roby Kurniawan.
Pj Kades Pengudang Indrayani menyampaikan, di Desa Pengudang terdapat 40 UMKM. Hanya saja, pemasaran produk UMKM tersebut masih terbatas. Di Desa Pengudang juga memiliki potensi pariwisata yang bagus, seperti Pantai Batumpang ini. Perairan Desa Pengudang merupakan kawasan konservasi. Sehingga menjadi lokasi penelitian bagi lembaga perguruan tinggi dan ahli dari luar negeri, seperti dari Singapura dan Malaysia.
“Seperti dari perguruan tinggi asal Singapura, mereka ada yang melakukan penelitian untuk kapal tenggelam di perairan Pengudang ini. Selain itu, di Desa Pengudang juga sebagai pusat replanting atau penanaman mangrove. Bahkan ada penyediaan bibit mangrove untuk kegiatan replanting mangrove. Mangrove itu dijual kepada NGO dari luar negeri, seperti Singapura,” jelas Indrayani.
“Jadi, potensi wisata dan mendatangkan turis ke Desa Pengudang, tinggal memaksimalkan promosinya,” ujar Indrayani.
Iwan Winarto ketua penitia pelaksana Pengudang’s Seafood Festival 2025 mengucapkan terima kasih Bupati Bintan dan semua pihak, yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan Pengudang’s Seafood Festival ke-8 tahun 2025 ini. Pada penyelenggaran Pengudang’s Seafood Festival 2025 ini, panitia menampilkan hal-hal baru, yang belum ada sebelumnya. Seperti pertunjukan pada Pengudang’s Seafood Festival 2025 ini semua kalangan. Baik orang tua, remaja hingga anak-anak untuk putra dan putri.

“Seperti drama musikal yang diperankan anak-anak dengan dialog bahasa Inggris. Saya rasa, event ini yang jadi pembeda dengan even wisata lainnya di Bintan. Semua potensi atau kearifan lokal di Desa Pengudang, kita tampilkan,” jelasnya.
“Kami berharap seperti apa yang disebutkan Pak Bupati Bintan, event ini dijadikan agenda tahunan untuk skala internasional. Untuk menggaet wisatawan asing ke Kabupaten Bintan, terima kasih,” tambah Iwan Winarto. (yen)
Editor: Sigik RS
