banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan keterangan kepada pers tentang pengiriman beras ke Kepri dari pihak Bulog, Jumat (28/11/2025). F- ist

Permintaan Ansar Ahmad Direspon, Bapanas Menugaskan Bulog Segera Mengirim 4 Ribu Ton Beras ke Kepri

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengalokasikan 4 ribu ton beras premium dari Sulawesi ke Provinsi Kepulauan Riau, untuk menjaga ketersediaan pangan jelang Natal dan Tahun Baru serta mengantisipasi terjadinya cuaca buruk. Pengalokasian 4 ribu ton beras premium ke Kepulauan Riau ini merupakan respon atas permintaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang disampaikan dalam pertemuan bersama Bapanas, Bulog dan Kapolda Kepri di Jakarta, 10 November 2025 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri Rika Azmi.

“Tentunya kita menyambut baik upaya Bapanas ini. Dan diharapkan dapat mengatasi ketersediaan beras di Kepri jelang Nataru,” ungkap Gubernur Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Kamis (27/11/2025).

Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah pula menginstruksikan agar beras yang dialokasikan Bulog nantinya dapat segera didistribusikan ke seluruh wilayah Kepulauan Riau.

“Beras ini diharapkan dapat dikirimkan segera ke seluruh wilayah Kepri,” kata Ansar Ahmad.

Sebelumnya, dalam rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) belum lama ini, Gubernur Ansar menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga jelang Nataru.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengingatkan adanya potensi tekanan harga akibat cuaca ekstrem dan peningkatan permintaan masyarakat menjelang akhir tahun. Beberapa komoditas yang perlu diantisipasi antara lain cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur, dan ayam ras.

Ansar AHmad meminta OPD teknis memperkuat koordinasi, memperbarui neraca pangan, serta memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

“Inflasi Kepri pada Oktober 2025 berada di level 0,36 persen (mtm) dan 3,01 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional. Namun penting diantisipasi adanya potensi tekanan harga akibat cuaca Ekstrem dan permintaan masyarakat jelang akhir tahun,” paparnya.

Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati, optimistis inflasi jelang dan saat Nataru dapat dijaga di bawah 3,5 persen. Menurutnya, sejumlah program pengendalian harga berjalan efektif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memicu lonjakan harga. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *