banner 728x90
Dokter dan medis Dinas Kesehatan Bintan melakukan screening sekaligus menyosialisasikan program Gerakan Bersama Temukan TBC atau Gebrak TBC di Bintan. F- ist

Kasus Meningkat, Bintan Meluncurkan Program Gebrak TBC

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Belum lama ini, Bupati Bintan menyatakan, kasus penyakit TBC di Kabupaten Bintan meningkat. Sama halnya dengan peningkatan kasus di nasional. Pemkab Bintan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan pun meluncurkan program Gerakan Bersama Temukan TBC, atau Gebrak TBC, Senin (10/11/2025).

Launching Gebrak TBC tersebut dilaksanakan sejalan dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Angkatan XXIII Tahun 2025, di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan. Kegiatan ini bertemakan Strategi Peningkatan Penemuan Kasus Tuberkulosis di Kabupaten Bintan melalui Gerakan Bersama Temukan TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Retno Riswati menjelaskan, Gebrak TBC menjadi langkah strategis dalam menemukan penderita TBC, mengobati dan memutus rantai penularan penyakit TBC. Proyek perubahan ini berangkat dari fenomena masih rendahnya penemuan kasus TBC. Sementara, Indonesia merupakan negara dengan beban TBC (tertinggi) kedua di dunia setelah India.

Indonesia bahkan telah menetapkan eliminasi Tuberkulosis tahun 2030, sehingga dirasa perlu untuk Kabupaten Bintan melakukan intervensi dalam upaya meningkatkan temuan kasus TBC. Tujuannya utamanya tentu meningkatkan temuan kasus TBC di Bintan dengan menyusun regulasi dan rencana aksi yang strategis dalam pencegahan serta penanggulangan penyakit TBC.

“Kemudian meningkatkan pelaksanaan Active Case Finding (ACF), termasuk juga kita melakukan sosialisasi dan mengedukasi tentang penyakit TBC kepada masyarakat. Pelaksanaan Proyek Perubahan ini melibatkan lintas sektor, termasuk masyarakat. Karena urusan kesehatan ini secara umum adalah tanggung jawab kita bersama,” jelas Retno Kadinkes Bintan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan yang juga merupakan mentor dalam Proyek Perubahan ini menyatakan dukungan serta harapan agar inovasi ini berjalan maksimal. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya terkait TBC.

“Kami mendukung penuh, kita tidak berharap banyak yang terindikasi. Tapi harapan kita, siapa pun yang terindikasi bisa terdeteksi dan langsung mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Dari sini kita berharap dapat memutus mata rantai penularan TBC di tengah masyarakat Bintan khususnya” ungkap Roby Kurniawan.

Dinas Kesehatan Bintan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri bahkan mempercepat penemuan kasus TBC menggunakan alat X-Ray Portable di lima Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Bintan. Tahapan dimulai dengan skrining awal oleh tenaga kesehatan, peserta yang memenuhi kriteria skrining selanjutnya diperiksa menggunakan X-Ray Protable.

Retno kemudian menjelaskan, bagi yang terindikasi TBC selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan dahak peserta) untuk kemudian ditentukan penanganan yang harus dilakukan.

“Salah satu poin utamanya adalah partisipasi masyarakat. Maayarakat jangan takut dan khawatir, ini untuk kebaikan kita semua. Jika mengalami batuk lebih dari dua minggu misalnya, segera periksa ke Puskesmas. Ingat, TBC masih dapat disembuhkan. Kita wujudkan Indonesia Bebas TBC 2030,” tutup Retno.

Sebelumnya, Direktur RSUD Bintan dr Tony Masruri menyatakan, selain HIV, ada peningkatan kasus penderita TBC (Tuberkulosis) yang ditemukan di RSUD Kabupaten Bintan, selama periode Januari sampai September 2025. Hingga September 2025, RSUD Bintan menemukan 66 kasus penyakit TBC. Penderita TBC ini mayoritas di atas usia 20 tahun.

“Kasus TBC yang terdeteksi di RSUD pada tahun ini, juga meningkatkan dibandingkan tahun 2024 lalu,” sebut Direktur RSUD Bintan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan juga membenarkan, adanya peningkatan kasus penyakit TBC di Bintan dan pengidap HIV, berdasarkan laporan lisan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan. Menurut Bupati Bintan, tidak hanya di Bintan. Kasus TBC di Indonesia juga menjadi perhatian WHO, termasuk di beberapa negara dunia. Justru itu, Bupati Bintan meminta Dinkes Bintan untuk mengecek dan pendataan terhadap kasus TBC di Bintan.

“Kita mendapat laporan itu. Nanti kita cek seperti apa kasus penyakit itu (HIV dan TBC). Nanti harus benar-benar didata. Berapa sebenarnya kasus TBC di Bintan. Sehingga, upaya penangannya bisa sesuai dengan apa yang ada di lapangan,” ujar Bupati Bintan Roby Kurniawan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *