banner 728x90
Direktur Eksekutif PKBI Kepri Ahmad Sahroni bersama Ketua PWI Bintan serta peserta pelatihan menulis dan editing tentang success story di Bona Ventura Hotel Km 8 Atas Tanjungpinang, Selasa (21/10/2025). F- pkbi

PKBI Kepri Menghadirkan Korban Traumatik pada Pelatihan Menulis Lanjutan tentang Success Story

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepri kembali menggelar pelatihan menulis bagi komunitas sosial berbasis ekonomi, Selasa (21/10/2025). Pada pelatihan menulis dan editing lanjutan ini, PKBI Kepri menghadirkan korban traumatik sebagai narasumber (Informan), dengan pemateri dari PWI Kabupaten Bintan.

Direktur Executive Daerah PKBI Kepri Ahmad Syahroni menjelaskan, secara umum ada empat program PKBI Kepri. Yaitu penjangkauan bagi kelompok berisiko dengan isu HIV, isu TB, inklusi dan remaja berbasis digital. Dari empat program tersebut, kegiatan pelatihan menulis kisah sukses seseorang (success story) merupakan bagian program inklusi. Program ini menggunakan pendekatan teori perubahan untuk memahami pencapaian dari perubahan berkala yang telah diraih seseorang di bawah binaan PKBI Kepri.

“Dengan kegiatan ini, anggota komunitas sosial diharapkan mendokumentasikan dan menyebarluaskan kisah-kisah keberhasilan anggota komunitas yang telah diberdayakan melalui program inklusi. Juli lalu, kita mengawali kegiatan pelatihan menulis. Hari ini merupakan lanjutan, dan lebih kepada praktik menulis, bedah karya tulis serta wawancara narasumber untuk dituangkan dalam tulisan,” jelas Roni.

“Hari ini, sengaja kita hadirkan seorang korban traumatik. Narasumber ini sukses bangkit dari kondisi trauma yang dialaminya, beberapa tahun silam,” sambung Roni.

Dalam kegiatan pelatihan menulis lanjutan tentang success story tersebut, AY menceritakan tentang kondisi dirinya yang sempat trauma akibat tindak kekerasan sekitar tahun 2008 lalu. Saat itu, AY bekerja di tempat hiburan. Namun, akibat tindakan kekerasan seseorang, AY mengalami trauma setelah menjalani masa pengobatan. Lebih kurang setahun, AY tidak berani keluar rumah akibat takut kepada orang. Sementara, dirinya memerlukan kehidupan.

Puncaknya, AY mendapat support dari teman-teman dan keluarga hingga bergabung dengan PKBI Kepulauan Riau (Kepri). Melalui PKBI Kepri, AY mendapat jaminan atau perlindungan hukum dan keamanan. Selain itu, AY juga mendapat pendampingan psikologis (mental) serta upaya pendampingan kegiatan ekonomi. Dengan merasa nyaman dan aman di bawah bimbingan PKBI Kepri, AY mulai menjalankan usaha rumah makanan. Bahkan, AY mendapat support dan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Trauma itu terkadang, sedikit saya rasakan. Tapi sejak bergabung dengan teman-teman dan PKBI, saya bisa bangkit lagi. Seperti menjalankan usaha rumah makan dan kuliner, yang saya jalani sekarang,” ucap AY kepada peserta pelatihan menulis lanjutan yang digelar PKBI Kepri di Bona Ventura Hotel, Km 8 Atas Kota Tanjungpinang, Selasa (21/10/2025).

Dalam kegiatan pelatihan menulis dan editing tahap lanjutan tersebut, peserta mendapat paparan karya jurnalistik dari Ketua PWI Kabupaten Bintan Harjo Waluyo, didampingi Wakil Ketua PWI Bintan Slamet NS dan Sekretaris PWI Bintan Yusfreyendi. Pelatihan menulis ini ditujukan pada human interest dan success story.

“Masing-masing peserta membuat tulisan dari hasil wawancara dengan narasumber korban traumatik yang awalnya kerja di tempat hiburan malam, kini sukses menjalankan usaha ekonomi di bawah binaan PKBI Kepri,” kata Harjo Waluyo.

“Dari evaluasi kami, para anggota komunitas sosial di bawah PKBI Kepri ini sudah ada progres positif tentang cara menulis karya jurnalistik,” tutup Harjo. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *