Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tanjungpinang-Bintan memberikan kiat-kiat sukses berusaha kepada 100 pelaku UMKM Tanjungpinang dan Bintan, Selasa (14/10/2025). Kiat-kiat sukses berusaha tersebut disampaikan melalui kegiatan seminar literasi dan inklusi keuangan mengenai perencanaan mengelola keuangan dan strategi anti fraud, di M Space, Bintan Centre Km 9 Tanjungpinang.
Seminar literasi dan inklusi keuangan mengenai perencanaan mengelola keuangan dan strategi anti fraud tersebut dihadiri Ketua Perbarindo Tanjungpinang-Bintan Dra Radhiah Razak dan jajaran pengurus, sepuluh Direksi Bank Perekonomian Rakyat Tanjungpinang dan Bintan, narasumber Rohaniyah SIP, serta 100 pelaku UMKM binaan dari sepuluh BPR di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Ketua Perbarindo Tanjungpinang-Bintan Dra Radhiah menyampaikan, 90 persen perekonomian di Indonesia digerakan oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan 97 persen pengangguran diserap oleh UMKM. Namun demikian, sebagian UMKM ada yang juga yang gulung tikar atau tutup. Sehingga, pelaku UMKM tersebut menambah utang atau mengajuan permodalan kepada pihak perbankan perekonomian rakyat. Persoalannya, ada pelaku UMKM yang mencampur aduk uang usaha dengan uang pribadinya. Ada pula dipengaruhi dengan gaya hidup yang berkelebihan.
“Justru itu, kami dari Perbarindo Tanjungpinang-Bintan memberikan pendampingan dan kiat-kiat sukses berbisnis kepada pelaku UMKM di bawah binaan BPR yang ada di Tanjungpinang dan Bintan. Diharapkan, UMKM di Tanjungpinang dan Bintan bisa berkembang ke depannya. Dan pelaku UMKM menjadi nasabah BPR yang aktif menabung,” harap Radhiah.
“Melalui seminar ini, kita berikan ilmu kepada pelaku UMKM agar usaha dan asetnya lebih berkembang. Kemudian, dalam seminar ini kita jelaskan juga tentang fraud atau kecurangan administrasi yang tidak mesti dilakukan dalam membuat perencanaan keuanganan usaha,” tambahnya.

Kiat-kiat Sukses Berusaha
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Rohaniyah SIP memaparkan tentang perencanaan keuangan bisnis (usaha), manajemen keuangan usaha, mindset keuangan usaha, persoalan gaya hidup pelaku UMKM, hingga kesalahan pengusaha yang harus dihindari.
Pada awalnya, pelaku UMKM menjalankan usaha atau bisnis sesuai dengan perencanaan keuangan dan manajemen keuangan usaha. Usaha dijalankan dengan prinsip pengembangan usaha jangka pendek dan jangka panjang. Namun ketika sudah mendapatkan keuntungan, pengelolaan atau manajemen keuangan mulai tidak rapi.
“Uang perusahaan atau usaha sering bercampur dengan keuangan pribadi. Ini yang menjadi persoalan bagi pelaku UMKM kita. Semangat di awal usaha, terakhir menambah utang,” ujarnya.
Justru itu, pelaku UMKM harus melakukan pembukuan keuangan setiap hari. Sehingga, tahu berapa keuntungan dan pemanfaatan keuntungan dari usaha. Mindset keuangan usaha itu adalah mengelola pemasukan, mengelola pengeluaran dan mengelola harta dan utang. Keuangan pemasukan usaha harus lebih besar dibandingkan keuangan pengeluaran.
Hindari Gaya Hidup Berlebihan
“Pelaku UMKM kita banyak yang untung dalam menjalankan usahanya. Tapi problemnya adalah gaya hidup atau keinginan yang lebih besar. Sehingga, keuntungan usaha habis untuk memenuhi kebutuhan untuk gaya hidup itu. Ini yang harus dihindari. Dan mulai lah pelaku UMKM itu menggaji diri sendiri. Kemudian, bedakan rekening usaha dengan rekening pribadi. Jangan campur aduk,” jelasnya.

Untuk uang keuntungan dari usaha, pelaku UMKM mesti membagi tiga bagian. Pertama untuk gaji diri sendiri, sebagian untuk pengembangan usaha dan sebagian lagi sebagai dana risiko (darurat).
“Kita boleh menambah utang, tapi yang bersifat produktif berbentuk aset. Bukan utang yang bersifat konsumtif,” tutup Rohaniyah. (yen)
Editor: Sigik RS
