Natuna, suaraserumpun.com – Peringatan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Natuna berlangsung meriah dan khidmat. Setelah upacara peringatan, Pantai Piwang di Ranai berubah menjadi lautan warna yang dipadati ribuan warga yang menghadiri karnaval budaya pada Minggu (12/10).
Sebanyak 14 kelompok dari berbagai kecamatan menampilkan busana adat dan tarian tradisional, menegaskan kekayaan budaya Natuna.
Bupati Natuna Cen Sui Lan hadir didampingi suami, Raja Mustakim, Wakil Bupati Jarmin Sidik, serta jajaran Forkopimda dan anggota DPD/DPRD Kepri.
Penjaga Kedaulatan dan Potensi Strategis
Dalam amanatnya pada upacara peringatan, Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa perayaan ini adalah momentum penting untuk menghargai para pendiri dan mengingat tanggung jawab membangun wilayah perbatasan.
“Natuna bukan hanya rumah bagi masyarakat yang gigih dan berbudaya, tapi juga penjaga kedaulatan bangsa. Dari sini, Indonesia menatap dunia,” ucapnya.
Bupati Cen menyoroti transformasi Natuna dalam 26 tahun terakhir, dari daerah terpencil menjadi kawasan strategis yang diperhitungkan secara nasional maupun internasional.
Posisi Strategis Natuna:
Pilar Energi: Terletak di jalur pelayaran internasional Laut Natuna Utara, Natuna menyimpan cadangan gas alam terbesar di Asia Tenggara, termasuk blok East Natuna dan Tuna Block.
Pertahanan Maritim: Natuna berperan vital dengan berdirinya pangkalan terpadu TNI, markas operasi udara dan laut, yang menjaga perbatasan utara Indonesia.
Meski demikian, Bupati Cen juga mengakui tantangan besar yang tersisa, seperti kesenjangan pembangunan dan keterbatasan infrastruktur dasar di pulau-pulau terluar. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat ditekankan sebagai kunci mewujudkan Natuna yang tangguh dan mandiri.
Rangkaian perayaan HUT ke-26 akan berlanjut dengan pameran pembangunan, pertunjukan seni daerah, dan hiburan rakyat.(yen)
Editor : Sigik RS
