banner 728x90
PT. Indojaya Agrinusa, anak perusahaan dari Japfa Group, melaksanakan ekspor ayam hidup (live bird) ke-7 kalinya dari Bintan menuju Singapura.F-Diskominfo Bintan

Sejarah Baru Bintan: Ekspor Ayam Hidup ke Singapura Berlanjut, Buka Akses Pasar Global

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Kabupaten Bintan kembali mencatatkan momen penting dalam perdagangan internasional. Pada Senin, 6 Oktober 2025, PT. Indojaya Agrinusa, anak perusahaan dari Japfa Group, melaksanakan ekspor ayam hidup (live bird) ke-7 kalinya dari Bintan menuju Singapura.

Sebanyak 28.512 ekor ayam hidup dengan ukuran siap potong (1,8 hingga 2,2 kg) dikirim menggunakan enam unit kontainer melalui Pelabuhan Batu 6 Sri Payung, Tanjungpinang. Ayam-ayam ini berasal dari kandang PT. Indojaya Agrinusa yang berlokasi di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Prosesi pelepasan ekspor dilakukan secara seremonial oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, bersama dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr.drh. Agung Suganda.

Bintan Jadi Pionir Ekspor Live Bird Indonesia
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Bintan, Mohammad Panca Azdigoena, yang mewakili Bupati Bintan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, melalui keterangannya, menegaskan bahwa ekspor ini merupakan sejarah baru dan kebanggaan bagi masyarakat Bintan.

“Sejak era reformasi, ini adalah kegiatan ekspor daerah pertama yang berhasil mengirim ayam hidup dari Indonesia ke luar negeri. Belum ada daerah lain yang melakukan ekspor serupa selain Bintan,” ungkapnya.

Pernyataan ini membuktikan bahwa Bintan memiliki potensi besar dalam sektor peternakan dan perdagangan internasional, mampu memenuhi standar ketat yang diterapkan oleh Singapura.

Pemerintah Kabupaten Bintan berkomitmen mendukung penuh agar kegiatan ekspor ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi Bintan di jaringan perdagangan global, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam menembus pasar ekspor hewan hidup.(yen)

Editor : Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *