Bintan, suaraserumpun.com – Delima, Putri dan Justin hanya seorang siswi dari SMA Negeri 1 Bintan Timur Kabupaten Bintan. Mereka anak pulau di pesisir Kabupaten Bintan yang mendunia. Menurut Hj Dewi Kumalasari, mereka bukti perempuan bisa hebat dan membanggakan.
Delima, Putri dan Justin memang tidak sehebat Rosa Parks, tokoh perempuan yang teriakannya membangkitkan gerakan hak-hak sipil dan memicu perlawanan besar masyarakat Amerika Serikat. Tiga siswi ini juga tidak seperti Nusaibah Ra, panglima perang perempuan di zaman Rasulullah yang ayunan pedangnya membuat musuh kalang kabut di perang Uhud.
Delima, Putri dan Justin hanya seorang siswi cantik dan gemulai tapi pukulan dan tendangannya diakui dunia internasional. Ketiganya memang seorang karateka. Tapi jangan dilihat dari mana dia berasal. Ketiganya memang anak pulau tapi namanya tertoreh meraih prestasi dalam berbagai event baik nasional maupun internasional.
Ketiganya pernah juara dua Pekan Olah Raga Provinsi Kepri, juara satu kejuaraan karate Bekasi Open dan pernah meraih medali emas dalam ajang International Karate Milo Event di Kuala Lumpur Malaysia. Tidak hanya itu, Delima dan Putri pernah meraih juara tiga di Kejuaraan Karate Thailand Open serta juara satu dan tiga di event Batam Open.
Wakil Ketua DPRD Kepri Dra Hj Dewi Kumalasari MPd secara khusus memberikan apresiasi kepada ketiganya sebagai Srikandi Bintan yang mendunia.
“Ketiga ananda kita ini sebagai bukti bahwa perempuan bisa hebat dan meraih prestasi membanggakan,” kata Dewi Kumalasari ketika memberikan kata sambutan dalam program Kesbangpol masuk sekolah di SMA Negeri 1 Bintan Timur, Selasa (26/8/2025).
Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kepri Muhamad Iksan. “Ketiga siswi dan para siswa serta siswi berprestasi merupakan contoh konkrit bagaimana dia membangun diri untuk masa depan yang lebih baik. Mereka terus belajar, mengasah kemampuan dan terus menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak produktif,” ujar Iksan.
Dalam kesempatan tersebut Iksan berpesan agar para siswa siswi dan anak muda lebih konsentrasi pada self building dan tidak terpengaruh pada penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan hal-hal yang merusak masa depan yang mereka miliki. (yen)
Editor: Sigik RS
