banner 728x90
Kementerian Kesehatan RI memberikan sertifikat Kabupaten Bintan bebas frambusia kepada Pemkab Bintan. F- ist

Kemenkes RI Menyatakan Kabupaten Bintan Bebas Frambusia

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan Kabupaten Bintan bebas frambusia. Yaitu, penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pertenue, menyerang kulit, tulang, dan tulang rawan. Predikat Kabupaten Bintan bebas dari frambusia ini ditandai dengan penyerahan Sertifikat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rabu (20/8/2025) di Ruang Siwabessy Gedung Prof. Sujudi Kantor Kemenkes RI.

Penyerahan sertifikat ini, diberikan karena Kabupaten Bintan dinilai sebagai salah satu Kabupaten yang berhasil menekan jumlah penyakit Frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Assessment eradikasi Frambusia sendiri telah dilakukan sejak tahu 2024 lalu oleh Kementerian Kesehatan.

Frambusia merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri treponema pertenue yang dapat menyebabkan cacat seumur hidup pada anak-anak. Penyakit ini adalah suatu infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang dan sendi.

Penyakit ini menyebabkan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri dan sangat menular. Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk. Berdasarkan data, Frambusia ini banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun.

“Alhamdulillah, ini hasil baik dari kolaborasi semua stakeholder terlibat. Kita pastinya berharap ke depan Bintan bisa mempertahankan status bebas Frambusia dan menjaga derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan yang berwawasan lingkungan serta menerapkan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat,” kata Bupati Bintan Roby Kurniawan, Jumat (22/8/2025).

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengapresiasi seluruh elemen kesehatan masyarakat khususnya Dinas Kesehatan Bintan yang begitu gigih menjadikan wilayah sehat, nyaman serta aman bagi masyarakat. Ia kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berupaya dan berdoa agar derajat kesehatan di Bintan bisa terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Retno Riswati pun turut menyampaikan harapannya agar seluruh stake holder dapat terus meningkatkan program-program kesehatan lainnya. Dukungan itulah yang dikatakannya menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan Bintan Sehat.

“Penghargaan Bebas Frambusia ini adalah bukti nyata bahwa ketika kita bersatu, hal yang tadinya dianggap mustahil bisa menjadi kenyataan. Terima kasih kepada semua pihak, mulai dari petugas kesehatan, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif,” ujar Retno.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya frambusia tersebut antara lain mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir. Menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menghindari kontak langsung dengan kulit penderita frambusia. Meningkatkan kebersihan lingkungan dan sanitasi di sekitar tempat tinggal. Memeriksakan diri ke dokter jika terjadi kontak dengan penderita kondisi ini atau muncul gejala mirip frambusia. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *