Natuna, suaraserumpun.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan mengawali pembangunan gedung Sekretariat FKUB Natuna senilai Rp300 juta, Selasa (8/7/2025). Cen Sui Lan meletakan batu pertama pembangunan gedung Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tersebut di komplek Masjid Agung Natuna.
Pembangunan ini didukung melalui anggaran Kementerian Agama RI. Kegiatan peletakan batu pertama gedung Sekretariat FKUB Natuna tersebut dihadiri Wakil Bupati Jarmin Sidik, Kapolres Natuna AKBP Novian, perwakilan dari Kemenag RI, tokoh Lembaga Adat Melayu, MUI dan Forkopimda serta tokoh lintas agama.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengapresiasi atas terealisasinya pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional yang masih berlangsung hingga 2026.
“Meski banyak anggaran yang dipangkas, alhamdulillah pembangunan gedung FKUB Natuna tetap bisa dimulai. Ini bentuk nyata komitmen bersama,” ujar Cen Sui Lan.
Momen keakraban tersebut, Cen Sui Lan menegaskan, gedung FKUB akan menjadi wadah komunikasi lintas agama serta simbol sinergi antar umat beragama di Natuna.
“FKUB adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan. Gedung ini bukan hanya tempat berdiskusi, tapi juga ruang silaturahmi,” ucap Cen Sui Lan.
Cen Sui Lan mengingatkan agar semua pihak menjaga keharmonisan sosial. Sehingga tidak terjadi gesekan akibat perbedaan pilihan.
“Biasanya perpecahan itu muncul saat Pilkada. Sampai ada yang saling mengkafirkan. Ini harus kita hindari. Kerukunan adalah fondasi pembangunan,” tegasnya.
Bupati Natuna berharap, pembangunan gedung FKUB dapat dilanjutkan dan dilengkapi melalui sinergi Pemda dengan Kementerian Agama.
“Kalau belum selesai, nanti bisa kita ajukan lagi melalui surat resmi bupati ke pusat,” tutupnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Natuna Subandi SAg bersyukur atas dukungan semua pihak. Baik Bupati Natuna, Wakil Bupati Natuna, DPRD, tokoh lintas agama, hingga masyarakat.
“Hari ini, Allah beri ridho lewat tangan-tangan halus para pemimpin dan tokoh Natuna. Ini bukti bahwa kerukunan umat beragama jadi prioritas Kemenag,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan ini merupakan bagian dari program prioritas Kemenag dalam memperkuat silaturahmi dan komunikasi lintas agama.
“Rukun itu dinamis. Hari ini harmonis, tapi belum tentu besok. Maka kita butuh ruang bersama untuk menjaga keharmonisan,” ujarnya.
Gedung FKUB Natuna ini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp300 juta yang difasilitasi melalui komunikasi dengan pusat.
“Dana ini ditransfer langsung ke FKUB Natuna. Harapan kami, meski belum sempurna, paling tidak sudah bisa berdiri dan digunakan,” jelas Subandi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga forum FKUB dari paham menyimpang, termasuk radikalisme.
“Setiap umat punya perwakilannya di FKUB. Muslim, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu. Jadi mari kita jaga forum ini tetap terbuka dan bersih dari paham menyimpang,” tegasnya. (yen)
Editor: Sigik RS
