Bintan, suaraserumpun.com – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Stisipol Raja Haji bersama mitra lokal dan dukungan sponsor memonitoring demplot agroforestri di Desa Toapaya Utara, Jumat (4/7/2025). Kegiatan ini tindak lanjut dari program investasi hijau, kolaborasi restorasi, ketahanan petani.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan dan ketersediaan lahan demplot agroforestri yang sebelumnya telah dibuat dan ditanami dalam kegiatan pelatihan, pada Juni 2025. Kegiatan dipimpin oleh Suherry, Ketua Pelaksana dari P3M Stisipol Raja Haji, serta dihadiri oleh Rahima Zakia dari Yayasan Ecology Kepulauan Riau, Kepala Desa Toapaya Utara Sayed, Ketua Gapoktan Edi Subagio beserta anggota, dan mahasiswa STISIPOL Raja Haji.
Turut hadir dari pihak The Residence Bintan, Mr Rajeev Paul selaku General Manager dan Jay Ekaputra selaku Architecture & Landscaping Manager cum Sustainability Programs. Mr Rajeev menyampaikan, bahwa program ini sangat bermanfaat dan dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.
“Apabila program ini dilanjutkan secara terstruktur dan berkelanjutan, maka manfaatnya akan semakin dirasakan oleh petani dan masyarakat desa,” ujarnya.
Monitoring ini menjadi pijakan awal untuk pengembangan tahap selanjutnya, yaitu perluasan penanaman agroforestri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi atau setengah hektare, dengan fokus utama pada komoditas kopi dan tanaman bernilai ekonomis seperti durian.
“Kami akan merancang proposal lanjutan bersama mitra untuk merealisasikan rencana besar ini,” ujar Suherry.
“Antusiasme Gapoktan dan dukungan pemerintah desa menjadi modal awal yang sangat kuat,” tutupnya. (yen)
Editor: Sigik RS
